Alasan 5 Perwira TNI ini Menolak Dinaikkan Pangkatnya Oleh Jend. Gatot Nurmayanto

KATEGORI

Bagikan
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

Jakarta, Keberhasilan Satgas penanggulangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) gabungan TNI-Polri mengevakuasi warga dan mengamankan dua desa yang diisolasi di distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua mendapatkan apresiasi dari Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

Jenderal bintang empat itu pun terbang ke Papua untuk memberikan penghargaan terhadap 63 prajuritnya yang tergabung dalam satgas di Tembagapura.

Dari 63 prajurit tersebut, lima di antaranya yang merupakan perwira menolak secara halus diberi kenaikan pangkat. Sontak hal tersebut membuat Gatot terharu.

“Lima perwira tersebut menyampaikan kepada saya, bahwa keberhasilan milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab perwira sehingga yang pantas naik pangkat adalah anggotanya, ini suatu hal yang sangat luar biasa, yang membuat kami semua terharu,” ujar Gatot dalam upacara pemberian penghargaan yang digelar di depan bekas pos kelompok bersenjata, Desa Utikini, Tembagapura, Minggu (19/11) seperti dikutip dari rilis TNI yang diterima CNNIndonesia.com.

Meski tak menerima kenaikan pangkat, Gatot tetap bersikeras memberikan penghargaan terhadap lima perwiranya yakni kesempatan pendidikan.

“Maka lima perwira tidak menerima kenaikan pangkat tetapi diberikan pendidikan secara khusus [prioritas] mendahului rekan-rekannya. Inilah contoh teladan bagi prajurit yang tidak mengutamakan kepentingan pribadi tetapi hanya mengutamakan kepentingan negara republik Indonesia,” kata Gatot yang sehari sebelumnya masih berada di Kota Bandung, Jawa Barat.

Satgas penanggulangan KKB melakukan operasi mengamankan desa Kimbely dan Banti yang diisolasi kelompok bersenjata. Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen George Elnadus Supit, dan Asisten Operasi Kapolri Irjen M Iriawan memantau langsung di distrik Tembagapura pada Jumat (17/11).

Sebanyak 347 warga sipil yang umumnya pendatang berhasi dievakuasi, sementara warga asli desa-desa itu memilih tinggal dan dijamin pengamanan oleh TNI-Polri.

Sementara itu, sebanyak 58 prajurit anggota Satgas Penanggulangan KKB yang naik pangkat pada hari ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/920/XI/2017.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya mengatakan bahwa prajurit yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera di Papua pantas diberikan penghargaan.

“Saya berikan penghargaan karena prajurit TNI telah melakukan operasi ini sangat teliti dengan pengamatan yang intensif, tidak mengenal lelah setiap hari, setiap saat, sehingga 347 warga masyarakat yang disandera bisa selamat semuanya tanpa luka sedikitpun,” kata Gatot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *