Arti Reuni Akbar 212 Dari Sudut Pandang Ust. Felix Siauw

KATEGORI

Bagikan
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

Menarik memang mengamati cara-cara kaum munafikin yang selalu tak suka dengan apapun yang terkait dengan Islam, salah satunya kesuksesan reuni 212 yang lalu

Gerakan kebangkitan ummat Islam yang disimbolkan dengan 411/212 memang fenomena baru dalam sejarah Indonesia, tak pernah ada gerakan semasif dan sesolid ini

Tentu saja, ini menjadi perhatian serius bagi siapa saja yang ingin berkuasa, atau terus berkuasa di negeri ini. Sebab gerakan ini terlalu besar untuk bisa diabaikan siapapun

Faktanya, sejak Indonesia wujud, tak ada satupun partai atau gerakan yang bisa mengagregasi ummat sebanyak 212, lebih hebat lagi, ini dilakukan dengan dana sendiri

Kesadaran yang turut serta dalam gerakan ini pun sangat tinggi, mereka tak mudah terprovokasi, memiliki kepedulian yang sangat tinggi, buktinya keamanan dan kebersihan saat aksi

Begitulah semua tuduhan kaum munafik dan kafir terbantah hanya dengan reuni itu saja. Radikal, intoleransi, anti-NKRI, anti-Pancasila, semua tuduhan tak laku

Tapi begitulah kerja orang panik, sebagaimana kafir Quraisy yang bingung menuduh apa pada Rasulullah yang sempurna, akhirnya tuduhannya mengada-ada

Maka tuduhan terhadap reuni 212 yang telah terbukti gagal, mereka lanjutkan dengan pasca reuni 212. Termasuk isu tak peduli bencana banjir, atau ada bendera HTI. Lucu

Maklumi saja orang-orang panik ini, mereka yang hendak tenggelam, apa saja akan disambar, bahkan hanya jerami yang mengambang, orang panik suka aneh-aneh

Tapi bagi yang hadir di reuni 212, jelas-jelas ini ngangeni. Alhamdulillah, saat berdesak-desakan orang berbagi senyum, saat lapar dan haus mendahulukan saudaranya, indah

Tak mungkin bila ini bukan rahmat Allah, bukan Allah yang terlibat. Begitu banyak manusia, namun begitu aman damai dan tenteram, siapa yang masih punya hati, tak bisa mengingkari

Biarlah 212 terus mengingatkan kita, bahwa persatuan itu indah. Dan mengistiqamahkan kita di jalan dakwah, agar Kitabullah dan Sunnah bisa diterapkan di negeri tercinta Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *