Catatan harian Ust. Felix Siauw: Asal Pancasilais

KATEGORI

Bagikan Ke

Berita hari ini datang lebih cepat dari yang diberitakan, semalam saya diberitahu teman, bahwa rencana kedatangan saya ke Bangil dilaporkan sekelompok orang ke polisi

Tuduhannya seperti yang sudah-sudah dan penuh fitnah. Kajian Islam itu diprotes, katanya anti-Pancasila, masalahnya mereka ini merasa sebagai penafsir tunggal Pancasila

Hari-hari ini, Islam dibenturkan dengan Pancasila, padahal kata mereka Pancasila itu diilhami Islam. Tapi zaman now, seolah kalau kita ingin Islam, artinya anti-Pancasila

Lucunya, sampai kajian di masjid saja, standarnya Pancasilais atau tidak menurut tafsirnya tadi. Kafir masuk masjid tak apa, asal Pancasilais, asal mendukung penguasa

Tapi Muslim yang bersyahadat, menyampaikan Kitabullah dan Sunnah, tapi kritis pada penguasa, dicap anti-Pancasila dan karenanya kajiannya jadi “haram” diadakan

Mereka pasang muka sumringah saat menjamu penista Al-Quran, karena katanya walaupun penista tapi pro-keberagaman, dan Pancasilais, kebhinekaan katanya

Mereka ini pun merasa selalu “harus” melindungi kaum minoritas, sebagai dakwah Islam yang damai dan menghargai perbedaan katanya, tapi tak bisa legowo pada sesama Muslim

Bahkan penista agama dipuji dan disanjung setinggi langit, dianugerahi Sunan Kalijodo sebab jasanya, tapi begitu hotel esek-esek highclass ditutup, meradang langsung

Tuhan tiga dalam satu bisa dicarikan tafsirnya, asal Pancasilais, tapi ide Khilafah dalam kitab kuning “diharamkan”. Sampai pidato “bunuh” bisa ditoleransi, asal Pancasilais

Saat ini Kitabullah dan Sunnah seolah harus mengalah pada Pancasila, padahal sekali lagi, kita semua sepakat bahwa Islam mendahului Pancasila, Islam lebih utama

Bagi mereka ini, asal mengaku Pancasilais, kamu tak mungkin salah, dan pasti masuk surga. Walau menentang agama, walau tak belajar agama, walau mengolok ulama

Untung bukan orang-orang semisal ini yang saya temui sebelum saya Muslim, bila iya, mungkin saya takkan pernah menjadi Muslim, sebab apa yang mereka tunjukkan

Alhamdulillah, saya mengenal Islam dari mereka yang ikhlas. Yang menaruh Allah diatas segalanya, cinta pada Allah melebihi segalanya, Islam tertinggi dan tiada yang lebih darinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *