Catatan Ust. Felix Siauw: Membedakan Sama, Menyamakan Beda

KATEGORI

Bagikan Ke

Dalam hidup dan berinteraksi dengan orang yang lain, ada hal yang tak dapat kita nafikkan persamaannya, dan ada yang juga tidak dapat kita tolak perbedaannya Artinya, kita tidak mungkin bisa sama dalam setiap hal, juga tak bisa berbeda dalam semua hal. Sama itu suatu kewajaran dan perbedaan pun tak bisa terelakkan Karena sekarang seolah-olah berbeda itu suatu kesalahan, lalu dianggap anti-keberagaman dan intoleransi, padahal yang namanya berbeda itu hal yang biasa

Menjadi Muslim, berarti meyakini bahwa Islam itu satu-satunya agama yang Allah ridhai, yang lain tidak. Adapun bila itu dianggap beda dan intoleran, itu bukan urusan kita Karena itulah namanya keyakinan, dan keyakinan itu mestilah didasarkan pada bukti, dan bila sudah punya bukti maka kita punya prinsip, jadilah dia aqidah

Aneh, bila dia Muslim, tapi tidak menganggap Islam itu agama satu-satunya yang Allah ridhai, artinya belum memahami Islam, karena dia tak punya alasan menjadi Muslim. Hanya, meyakini Islam satu-satunya yang benar, bukan berarti juga jadi memerangi selain Islam, mendzalimi atau berbuat tidak adil pada mereka, karena itu tidak Islami Justru Islam mengajarkan menerima keberadaan non-Muslim sebagai manusia, sebagai sesama manusia yang menjadi kewajiban bagi Muslim berdakwah pada mereka

Tapi menghargai dan menghormati sesama manusia, juga bukan berarti mengatakan semua agama sama, sebab itu namanya pengkhianatan dan penyesatan aqidah
Mudahnya, menjadi Muslim bukan berarti menolak perbedaan, tapi bukan juga menyama-nyamakan yang jelas berbeda. Beda dan sama itu sunatullah, tinggal penempatannya

Maka samakanlah apa yang Allah minta untuk disamakan, seperti warna kulit, ras, bangsa, suku. Dan bedakanlah apa yang Allah minta bedakan, seperti aqidah dan ibadah
Tauhid tak sama dengan trinitas. Syariah tidak sama dengan komunis. Islam itu tinggi dan tak ada yang lebih tinggi darinya, itu sabda Rasul, berani merasa lebih pintar?

Foto keluarga Siauw, inilah ajaran Islam pada saya, beda tapi tetep bisa bareng, bareng bukan berarti tak boleh beda, aqidah no. 1 ☺️☺️☺️

Sumber : Instagram Ust. Felix Siauw @felixsiauw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *