Catatan Harian Ust. Felix Siauw: Enggan Dan Takabur

Bagikan Ke

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman pada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir – QS 2:34

Diantara dosa yang menghalangi dari hidayah Allah ialah enggan dan takabur. Sebab bila keduanya sudah berkumpul pada diri seseorang, maka jadilah dia sulit untuk dinasihati, dibiarkan makin menjadi-jadi

Sebab mereka yang sudah enggan dan takabur, memandang nasihat sebagai laknat, dan kebenaran seolah racun, hingga terus-menerus mencari pembenaran hingga akhirnya ia makin terjembab dalam dosa lalu binasa

Iblis membenarkan diri dengan mendebat Allah “Mengapa aku harus sujud, sedangkan dia dibuat dari tanah, sedang aku dari api?”. Iblis lupa, bahwa Allah itu absolut, berbuat yang Dia suka, tak tersembunyi apapun dari-Nya

Enggan itu ketidakpedulian, tidak awas, tidak peka. Sedang takabur itu merasa lebih baik, meremehkan manusia, menolak kebenaran yang datang dari Allah. Tak tanggung-tanggung, Iblis memeluk keduanya sekaligus

Manusia pun sama-sama pernah melakukan kesalahan, bedanya Adam segera bertaubat sebab menyadari kesalahannya, mengakui kedzalimannya lalu beroleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, petunjuk Tuhannya

Lain dengan iblis, yang malah meminta waktu dan menantang Allah untuk menyesatkan manusia. Takabur itu mematikan akal, lalu mendekatkan kedunguan, seperti iblis yang menantang Allah, sesuatu yang tak mungkin dia menangkan

Mereka yang enggan dan takabur, tak pernah introspeksi, tapi menyalahkan yang lain, pokoknya harus dia yang benar, sedangkan yang lain harus salah. “Hanya aku yang pancasilais, toleran, peduli negeri”, yang lain harus dibubarkan

Ummat yang jengah dengan perilakunya yang semena-mena dianggap ingin menghancurkan, sebab akhlak buruknya ia disorot lalu malah yang menasihati disalahkan karena dianggap sok tahu, itulah enggan dan takabur

Buruk muka cermin dibelah, dagangan tak laku menuduh lapak lain punya pesugih, melamar ditolak lalu semua lelaki di kota itu dimaki-maki. Dasar pemikirannya, “Aku lebih dari yang lain” dan “Tentangmu, aku tak mau tahu!”
.
Semoga Allah jaga ummat-Nya selalu, khusunya di Indonesia