Catatan Ust. Felix Siauw: Terorisme Sesungguhnya | LAS VEGAS

Bagikan Ke

Kita berduka atas kasus terorisme yang terjadi di Las Vegas, yang dianggap sebagai teror era modern yang terparah dalam sejarah Amerika, kita tegas tak menyetujuinya

Pelakunya, Stephen Paddock menewaskan sampai saat ini 58 orang dan melukai 500 lebih orang dalam aksi brutalnya, rambut pirang, kulit putih dan umur 64 tahun

Hanya tiap peristiwa menyisakan pelajaran yang bisa kita ambil, dan dalam hal ini adalah, “Andai Pelakunya Muslim”. Tentulah semua dunia lebih sibuk daripada saat ini

Andai namanya Ahmad Azzam, atau Muhammad Fatih, tentulah kejadian ini akan jadi lebih heboh, lebih banyak dibahas, dan ujung-ujungnya War On Terrorism digelar lagi

Tapi tidak, hampir tidak ada label “teroris” dari Amerika untuk Stephen, tak ada pengaitan antara agama dan aksinya, atau rasnya, atau keluarganya, atau kewarganegaraannya

Tidak ada kata “jihad” disematkan di berita, sebagaimana bila pelakunya Muslim, tidak ada framing “Radical Muslim” di semua judul-judul, hanya kata netral “Mass Shooting”



Padahal, jika Amerika mau jujur, bila mereka membenci tindakan teror, dan menyalahkan teror itu pada kaum Muslim, mereka justu harus lebih takut dengan diri mereka sendiri

Sebab seperti kata Obama pada 2015 “the number of people who die from gun-related incidents around this country dwarfs any deaths that happen through terrorism”

Datanya, “Kematian Tersebab Terorisme” 1920 – 2014 sebanyak 3.521 orang, sedang “Kematian Sebab Kekerasan Bersenjata” 2015 saja, 8.512 orang (Sumber: Global Terrorism Database, Gun Violence Archive)

Ini bukti bahwa manusia di dunia lebih banyak terpengaruh pencitraan dibanding fakta sebenarnya. Membenci sesuatu yang mereka tak pahami, mencintai juga buta saja

Faktanya Islam justru agama yang mengajarkan keseimbangan, perdamaian, mencintai kehidupan manusia

Banyak orang makan pencitraan mentah-mentah, lalu latah ikut-ikutan mengolok-olok, seolah-olah Islam adalah inspirasi bagi tindakan-tindakan terorisme, padahal sebaliknya

Begitupun aktivis sosial media sampai penguasa yang selama ini teriak tentang bahaya radikalisme dan terorisme. Tengok, negeri paling banyak terorisnya, dan itu bukan dari negerimu

Sumber INSTAGRAM: @felixsiauw