Ust. Felix Siauw: Menolak Perppu ORMAS dan Mewaspadai Komunisme | Aksi 299

Bagikan Ke

Siang ini sebelum Jum’atan, saya dan kawan membelah jalan Jakarta dengan motor, janji di satu Masjid di daerah Slipi, untuk bareng jalan ke DPR, Aksi Bela Islam 299.
Kali ini tema yang diangkat ada dua. Pertama, “Tolak Perppu Ormas”. Kedua, “Waspada Kebangkitan Komunis”. Ini adalah amar ma’ruf nahi munkar, juga pengingat

Karena sejak gejolak kasus penistaan agama, soliditas kaum Muslim meningkat, seruan penerapan syariat makin bergema, respon penguasa akan itu sangat reaktif
Ummat Islam dituduh anti keberagaman hanya karena terikat pada syariat agamanya, dibilang anti-Pancasila dan anti-NKRI hanya karena menolak kedzaliman

Bendera tauhid dimonsterisasi, agama Islam dipojokkan, dan para ulama dikriminalisasi. Buntut dari semua itu adalah Perppu Ormas, bukti kesewenangan penguasa
Perppu ini dinilai banyak kalangan sangat prematur, bukan kegentingan memaksa, tapi memaksakan kegentingan. Hanya untuk membungkam suara kaum Muslim



Di sisi lain, peringatan akan komunisme yang kian marak gejala-gejalanya di negeri ini malah diabaikan, bahkan dianggap jadi siasat menjatuhkan penguasa, atau kudeta
Padahal karena kecintaan pada Indonesia inilah kita lantas mengingatkan tragedi tahun 1926, 1948 dan 1965 saat para komunis menunjukkan kesadisan nan brutal

Komunis dimana-mana sama, sebab ia ideologi yang mencetak siapapun yang mengembannya menjadi sama. Komunis melihat semua hal adalah materi, ini masalahnya
Karena semua adalah materi yang berevolusi, maka perubahan sosial akan terjadi bila tesis dibenturkan dengan antitesis, hingga tercipta sintesis, masyarakat sosialis

Dalam proses perubahan itu, komunis akan melihat agama sebagai penghalang proses perubahan. Maka mereka tidak akan pernah suka dengan agama dan ulamanya
Dulu santri dan ulama dibantai para komunis, walau mereka belum terlihat batang hidungnya dengan jelas, tapi ide-idenya sudah mulai terlihat dan marak di permukaan

Kita siap menunggu komando ulama. Sebab merekalah yang mewarisi para Nabi, mereka yang diberi ilham dan hikmah oleh Allah. Ulama adalah pimpinan kami