Gempa Lombok Mengakibatkan Tanah Longsor, 2 Wisatawan Meninggal Dunia

      Komentar Dinonaktifkan pada Gempa Lombok Mengakibatkan Tanah Longsor, 2 Wisatawan Meninggal Dunia

KATEGORI

Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube

Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) pada Minggu(17/3) siang pukul 14.07 WIB atau 15.07 Wita, namun tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,30 lintang selatan dan 116,60 bujur timur dengan kedalaman 10 kilo meter (km).

Pusat gempa berada di laut pada jarak 24 km timur laut Kabupaten Lombok Timur, 36 km timur laut Kabupaten Lombok Utara, 37 km barat laut Pulau Panjang, Kabupaten Sumbawa, dan 63 km timur laut Kota Mataram.

BPBD dan Dinkes setempat telah menerjunkan empat ambulans ke lokasi kejadian bersama personel dan paramedis. Baru bisa dievakuasi lima korban, dua orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, saru orang dirawat di Puskesmas Bayan

Terdapat kurang lebih 40 orang wisatawan yang terkepung longsoran di sekitar kejadian. Korban dominan berasal dari wisatawan Malaysia dan domestik, kata Kepala Bagian Humas Pemkab Lombok Utara, Mujaddid Muhas kepada Antara, Minggu.

Upaya evakuasi wisatawan yang mengunjungi objek wisata di kaki Gunung Rinjani itu terus dilakukan. Wisatawan itu antara lain asal China dan Malaysia.

“Dari informasi yang kami terima baru bisa dievakuasi 5 orang, 2 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, 1 orang dirawat di Puskesmas Bayan,” kata Kepala BPBD NTB Muhammad Rum.

Para wisatawan ini tertimpa tanah longsor akibat adanya gempa di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara selatan yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani tersebut.

Menurut dia, saat ini BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Dinas Kesehatan Lombok Utara sudah mengirimkan empat ambulance ke lokasi kejadian.