Kata Dokter: Penyebab suami tidak tahan lama dalam berhubungan Badan

KATEGORI

Bagikan Ke

Tidak bertahan lama dalam seks bisa merupakan hal yang normal atau bisa juga menandakan adanya ejakulasi dini. Hal ini perlu dibedakan dari impotensi, yaitu ketidakmampuan pria untuk memulai dan mempertahankan ereksi (ketegangan penis) dan infertilitas (kemandulan), yang mencakup gangguan kesehatan sperma, gangguan kesehatan fisik pria itu sendiri dan gangguan psikologis yang mendasari. Rata-rata pria dalam seks akan mengalami ejakulasi sekitar 5-6 menit setelah penetrasi. Dan tergantung pada situasi, waktu ini bisa jadi cukup atau bisa juga tidak cukup. Hingga saat ini, belum ada patokan “normal” berapa lama seharusnya seks itu berlangsung. Secara umum, seseorang dikatakan ejakulasi dini bila ia mengalami ejakulasi sebelum ia / pasangannya mengharapkannya. Kriteria seseorang disebut ejakulasi dini yaitu apabila ia:

  • Selalu atau hampir selalu mengalami ejakulasi dalam 1 menit berhubungan
  • Selalu atau hampir selalu tak mampu menunda ejakulasi saat berhubungan
  • Merasa stress dan betul-betul frustasi sehingga mulai menghindari hubungan badan

Penyebab ejakulasi dini hingga sekarang masih belum jelas, namun diperkirakan dari faktor psikis (pikiran) dan faktor biologis (ragawi). Faktor psikis meliputi impotensi / disfungsi ereksi, kecemasan dan masalah dalam relasi antarpasangan. Sedangkan faktor biologis lebih rumit, mencakup kelainan hormonal, infeksi dan gangguan saraf. Anda sebaiknya membawa suami Anda untuk berkonsultasi dengan Dokter agar dapat dilakukan penggalian riwayat dan pemeriksaan fisik lebih lanjut sehingga jika ada penyebab faktor biologis, bisa ditangani terlebih dahulu. Meskipun demikian, ejakulasi dini merupakan masalah yang cukup lazim dialami para pria dan sebetulnya dapat ditangani baik dengan perubahan teknik, konseling maupun bantuan medis. Berikut adalah beberapa cara untuk menangani ejakulasi dini:

  • Bermasturbasi 1-2 jam sebelum berhubungan dapat membuat Pria bertahan lebih lama saat berhubungan
  • Melakukan fore-play dan penetrasi secara bergantian
  • Dokter Anda mungkin akan meresepkan obat anestetik (obat baal) berbentuk krim / olesan lainnya; namun terkadang obat ini menimbulkan ketidakpuasan pada sisi pria karena berkurangnya sensasi di sekitar kelamin dan juga pada beberapa orang yang sensitif bisa menyebabkan alergi
  • Beberapa obat-obatan seperti anti-depresi, anti-ejakulasi dini (mencakup sildenafil dan sejenisnya) perlu diresepkan langsung oleh Dokter. Efek samping obat-obatan ini mencakup nyeri kepala dan pada orang-orang dengan gangguan jantung, darah tinggi dan riwayat stroke, obat-obatan ini tidak boleh digunakan

Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *