Mereka Yang Mengaku-Aku | Oleh Ust. Felix Siauw

KATEGORI

Bagikan Ke

(Yaitu) mereka yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (yang beriman)
.
Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?”
.
QS An-Nisaa: 141

Manusia model begini selalu ada, Allah menyebut mereka ‘munafik’, mereka yang datang dengan satu wajah pada satu kaum, dan datang dengan wajah lain ke lain kaum, Mereka tak bisa dipercaya, sebab bila berkata dusta, bila janji diingkari, bila punya amanah khianat, dan bila mereka bermusuhan lalu fajir, mereka tak bisa dipegang samasekali, Mereka senantiasa berbuat, agar seolah-olah merekalah yang menjadi pahlawan, padahal merekalah yang dari awal membuat masalahnya, mengaku-aku paling berjasa

Mereka bilang mereka berbuat perbaikan, padahal itu yang diperbaiki itu yang dirusaknya sendiri, bahkan merasa memperbaiki, padahal jauh lebih merusak lagi, Mereka berjumpa dengan kaum yang beriman seolah dengan keimanan yang sama, seolah saudara. Namun saat kembali pada kaumnya, mereka bilang “kami berhasil memperdaya!” Mereka merasa berhasil menipu kaum beriman, bahkan menipu Allah. Tapi yang terjadi, Allah justru menjadikan tipuan mereka itu jalan bagi kaum beriman mengetahui hakikat mereka

Sebab takkan pernah bersama-sama antara haq dan bathil, takkan pernah menyatu dalam hati manusia antara mencintai Al-Qur’an dengan membela penista agama, Yang ditampakkan di depan, lain dengan isi hati, lain pula saat mereka membuat pengumuman pada kaum sekutunya. Yang penting mengaku-aku, pokoknya yang paling hebat Naudzubillahi min dzalik, cukup bagi kita Allah dan Rasul, ulama dan kaum mukmin yang mencintai Al-Qur’an dan As-Sunnah, yang jelas membela Islam dan kaum Muslim, insyaAllah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *