Sab. Sep 19th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Taipei, 18 Oktober (CNA) Seorang warga negara Taiwan dan dua orang tenaga kerja asal Indonesia telah ditangkap pihak kepolisian setempat karena telah secara ilegal membuang mayat seorang rekan kerja asal indonesia pada bulan lalu di Kota Shueishang, Kabupaten Chiayi, kata polisi pada hari Rabu.

Shen Chin-hui (沈 進 輝), wakil kepala unit investigasi Shueishang Precinct, mengatakan sebuah penyelidikan dilakukan setelah mayat dengan tangan dan kakiinya diikatkan ditemukan di sebuah perkebunan pisang pada 28 September. Mayat itu dibalut dengan celana dalam tanpa ada identitas dan polisi tidak dapat melakukan tes DNA.

Baca Juga:  Berikut 8 Hadiah Istimewa Yang Diterima L. M. Zohri Selain Minimarket

Polisi melihat rekaman dari lebih 500 kamera pengintai dan menyelidiki lebih dari 30.000 kendaraan sebelum menemukan sebuah van yang diparkir di tempat kejadian. Dari van, polisi dapat melacak tersangka – seorang pria Taiwan bermarga Chen (陳) dan dua pekerja migran Indonesia yang bekerja secara ilegal, kata Shen.

Almarhum diketahui bernama Samsul Karimullah, 32 th asal Pijot kecamatan keruak Lombok Timur memasuki Taiwan untuk bekerja pada 19 September dengan visa turis, kata Chen Chun-ting (陳俊廷), kepala unit investigasi Shueishang Precinct.

Karimullah menemukan pekerjaan di Chiayi melalui perkenalan oleh anggota keluarga besar yang sudah bekerja di Taiwan. Namun dia jatuh sakit pada hari pertamanya di tempat kerja 23 September, kata Chen.

Baca Juga:  Supir Bus Malam, Tampang Preman Sang Pendiri Yayasan Darul Ulum Bima-NTB

Karimullah sedang mengerjakan sebuah lokasi konstruksi dan rekan-rekan kerjanya mengira dia menderita sengatan panas. Namun, dia meninggal hari itu, kata Chen.

Ketiga tersangka tersebut kemudian membawa tubuh tersebut ke perkebunan pisang dan mencampakkannya pada dini hari pada 24 September, tambahnya. Penyebab kematian sebenarnya sedang diselidiki oleh Institute of Forensic Medicine di bawah Kementerian Kehakiman, setelah itu tubuh tersebut akan dipulangkan kembali ke negara asalnya, kata Shen.

Komentar