Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Timika – Komando Pasukan Khusus Indonesia (Kopassus) sebanyak 13 orang dibantu pasukan Raider 751 sebanyak 30 orang bergerak cepat menguasai Kimbely serta 2 Tim dari pengintai tempur (Taipur) Kostrad bertugas menguasai Banti Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika.

Pasukan-pasukan itu tergabung dalam satgas terpadu TNI Polri saat melakukan evakuasi ke 344 warga non papua dan papua yang terjebak dan terisolasi di kedua kampung tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasi Papua Muhamad Aidi menyebutkan, pada waktu yang di koordinasi pada Jam “J” pada jam 07.00 setelah Kimberley berhasil dikuasai, Pangdam XVII/Cenderawasi memerintahkan untuk bergerak menguasai pos-pos pengamanan kelompok Separatis TPN/OPN .

Baca Juga:  Janji JOKOWI Soal Gaji Perangkat Desa Setara PNS Batal

“Pagi subuh, pasukan telah dikerahkan untuk melakukan penyerangan senyap di wilayah Kimbeli dan Banti yang dipimpin langsung Panglima Kodam XVII/Cenderawasi,” katanya.

Kurang dari 2 jam seluruh Medan berhasil dikuasai dan para separatis melarikan diri ke Hutan dan gunung.

“Belum bisa dipastikan apakah kelompok separatis OPM ada yang korban karena cuaca berkabut sanggat tebal,” kata Kapendam XVII/Cenderawasi M Aidi kepada wartawan di Tembagapura.

Setelah seluruh wilayah di kuasai dan situasi dinyatakan aman, Pangdam XVII/Cenderawasi berkoordinasi dengan Kapolda agar segera mengirimkan Tim Evakuasi warga.

Baca Juga:  Al Rayyan Dziki Nugraha Bocah 10 Tahun Rawat Ibunya Sendiri Di Rumah Sakit

Tidak lama kemudian Tim Satgas Terpadu TNI/Polri tiba di lokasi melaksanakan evakuasi. Sekitar pukul 14.00 wit, proses evakuasi berhasil dilaksanakan dengan jumlah korban Sandera 344 orang terdiri dari warga pendatang dan pribumi.

“Sementara penduduk asli setempat memilih tetap tinggal dengan jaminan keamanan dan dukungan logistik serta pasukan pengamanan tetap tinggal di lokasi untuk mengamankan wilayah tersebut,” ucapnya.

Saat ini para warga yang dievakuasi berjumlah 344 orang, termasuk anak-anak telah di evakuasi ke Timika.(Red)

Komentar