Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyesalkan seminar yang dipiahselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara yang diselenggarakan dalam rangka dies natalis ke-44.

Menurut dia, seminar yang berjudul ‘jejak pelacur Arab dalam seni baca Al-Quran’ merendahkan kitab suci umat islam.

“Judul tersebut sangat tendesius dan merendahkan kitab suci umat islam,” ujar Anwar melalui siaran pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Anwar meminta pihak UIN Sumatera Utara untuk meminta maaf secara terbuka. Hal ini karena MUI tidak ingin persoalan tersebut menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

Baca Juga:  I Made Sudarta: Dari 10 Gubernur DKI, Hanya Anies Yang Aware terhadap Ummat Hindu DKI

“Permintaan maaf secara terbuka kepada umat islam terutama umat islam indonesia agar persoalan ini tidak meluas,” katanya.

Dia juga mengimbau agar semua pihak menahan diri agar terjaga keamanan dan tidak terjadi kegaduhan. “Kita serahkan penyelesaian masalah ini kepada pihak yang terkait terutama Kementrian Agama agar mengambil langkah cepat dan tepat agar masalah ini tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan agar hal serupa tidak terulang lagi,” tandasnya.

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) menyampaikan permohonan maaf atas penyelenggaraan diskusi dengan judul ‘Jejak Pelacur Arab Dalam Seni Baca Alquran’ yang dilangsungkan di Fakultas Ilmu Sosial (FIS), UIN Sumut, Medan Senin (11/12) kemarin.

Baca Juga:  Supir Bus Malam, Tampang Preman Sang Pendiri Yayasan Darul Ulum Bima-NTB

Permohonan maaf ini disampaikan Dekan FIS UIN Sumut, Ahmad Qorib, dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Selasa (12/12). Permohonan maaf tertulis itu dibenarkan Wakil Dekan III FIS UIN Sumut, Faisal Hamdani. Dalam pernyataannya, Ahmad Qorib meminta maaf atas kelalaian pimpinan sehingga acara tersebut yang dilaksanakan tanpa menyeleksi materinya.

“Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut bersikap tegas terhadap kekeliruan topik kontroversial yang disampaikan dan memanggil saudara Yasir Arafat sebagai narasumber untuk memberikan keterangan secara tertulis dari materi yang disampaikan,” ujar Qorib.

Selain itu, pihaknya juga memberikan teguran lisan serta meminta Yasir Arafat untuk meminta maaf kepada publik khususnya umat Islam dan memberikan klarifikasi tertulis

Baca Juga:  Terkuak Fakta Pembuangan Jenazah Yang Viral Di Media Sosial

Komentar