Sab. Sep 19th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Malang nian nasib wanita yang bernama Darmawati. Beliau adalah Guru mata Pejaran Agama Islam di SMA Negeri 3 Kota Parepare, Sulawesi Selatan, divonis tiga bulan penjara. Penyebabnya karena dia memarahi muridnya yang tidak menunaikan shalat.

Kasus ini berawal pada Februari 2017. Ketika itu Darmawati mendapati sekelompok siswi berkeliaran saat waktu Shalat Zuhur. Padahal sekolah telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pelaksanaan shalat di musholla. Melihat itu, Darmawat memarahi mereka dan memukul salah satu siswi bernama (AA).

”Saya memukulnya di bagian lengan tetapi tidak keras,” kata Darmawati, Jumat (28/7/2017), dilansir Tribun.

Baca Juga:  Gara-gara Menagih Hutang Ibu Ini Dihina Dan Dicaci Maki Peminjam Uang.

Ketua PGRI Ranting SMAN 3 Parepare, Asmar menuturkan, aksi Darmawati membuat keluarga korban marah.
”Kita sudah mempertemukan kedua belah pihak. Saat kejadian kita langsung datang ke Puskemas bersama beberapa guru dan menyampaikan minta maaf,” ujarnya.

Asmar menceritakan, dua bulan dicoba upayakan agar Darmawati datang minta maaf ke rumah siswinya, tetapi tak kunjung dilakukan.

”Pas bulan April, keluarga siswi akhirnya melapor ke polisi dan belakangan Bu Darmawati baru mau minta maaf, tetapi kasusnya sudah berlanjut,” ujarnya.

”Andi Tino (keluarga korban) sudah memaafkan, hanya masalah laporan di polisi, Bu Darmawati dipersilakan untuk mengurusnya sendiri,” jelas Asmar.

Baca Juga:  Laju Pertumbuhan Ekonomi NTB Dibawah Kepemimpinan Tuan Guru Bajang (TGB)

Pengadilan Negeri (PN) Parepare akhirnya menjatuhkan vonis kepadanya hukuman penjara tiga bulan.
”Awalnya tuntutan Bu Darmawati ini 3 tahun penjara, sebelum divonis bersalah,” ujar Ahmad Kohawan, dari Pemuda Muhammadiyah Parepare, Jumat (28/7/2017).

Darmawati merupakan salah seorang guru PNS di Parepare yang bergelar magister dan sudah mengabdi selama belasan tahun. Ia juga tercatat sebagai pengurus Aisyiah dan KAHMI.

Kasus yang menimpanya menjadi perhatian masyarakat Parepare. Berbagai elemen masyarakat sempat melakukan aksi solidaritas terhadap Darmawati.

Antara lain dari Fakultas Hukum Umpar, Pemuda Muhammadiyah, IGI, PGHI, Koordinat Perjuangan Rakyat, HMI PGSD Parepare, PMI, IMM, Ikatan Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Umpar, HMJ BHS Inggris FKIP Umpar (EESA), Himaptika Matematika Umpar, Parependen, dan Nasyiatul Aisyah. Mereka menggelar aksi solidaritas dengan mendatangi gedung Pengadilan Negeri Parepare guna mempertanyakan vonis bersalah yang dijatuhkan terhadap Darmawati.

Baca Juga:  Video Anak Gubernur NTB (TGB) Terkena Runtuhan Gempa Tadi Siang

Komentar