Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Warga Korea Selatan berpenghasilan rendah dan terbelit utang bisa bernapas lega. Pemerintah Korea Selatan kembali menggulirkan program The National Happiness Fund yang membayarkan utang pribadi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dikutip dari Hawaii Public Radio, program ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan tidak lebih dari 900 dollar AS atau sekitar Rp 12 juta per bulan, atau masyarakat denga penghasilan 11 ribu dollar AS atau sekitar Rp 148 juta per tahun.

Utang yang dimiliki juga harus dalam setidaknya satu dekade. Masyarakat yang ingin mengikuti program ini juga harus menunjukkan jika telah mencoba melunasi utang-utang tersebut. Keseluruhan utang yang dimiliki pun harus kurang dari 10 juta won atau sekitar Rp 120 juta.

Baca Juga:  Pasca Pidato Putusan Terkait Yerussalem, Trump Mengalami Gejala Mirip Kelu Lidah

Kebijakan ini sudah diberlakukan sejak kepemimpinan Park Geun Hye dan kini dilanjutkan oleh Presiden Moon Jae-in.
Komisi Jasa Keuangan mengatakan gagasan tentang kebijakan tersebut adalah untuk membantu individu untuk melakukan hal baru dengan menghilangkan utang yang dimiliki.

Dilansir dari BBC, program ini rencanaya bisa menghapuskan kredit macet sebanyak 6,2 triliun won. Para ekonom memprediksi program ini bisa membantu 1,6 juta warga Korea Selatan yang terbelit utang.

Masyarakat bisa mengajukan permohonan pembayaran utang oleh pemerintah ini pada Februari mendatang.
Program ini telah berjalan sejak tahun 2013 dan digulirkan sebagai bukti kampanye mantan presiden Park Geun-Hye. Sejak bergulir, program itu berhasil merestrukturisasi utang masyarakat sebesar 6,8 triliun won.

Baca Juga:  Unggah Video Ceramah Akhir Zaman, Ibu Ini Dipanggil Kepolisian

Sumber: idntimes.com

Komentar