Ming. Sep 20th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Kasus video porno yang diperankan anak-anak jalanan di bandung akhirnya terbongkar. Sang orang tua dari dua bocah terlibat selama proses pembuatan video tersebut. Keduanya adalah Sus atau SS, ibu dari DN (9), dan Her alias HR orang tua RD (9). Sedangkan SP (11) terlibat lantaran diajak Sus.

Kronologi pembuatan video bermula ketika dua pemeran perempuan, Imelda Oktavianie dan Apriliana bersama sutradara Muhammad Faisal Akbar dan Sri Mulyani pertama kali bertemu di sebuah hotel di kawasan Dago, diinisiasi oleh Ismi, selaku penghubung. Setelah itu mereka bertemu kembali sebanyak tiga kali di waktu yang berbeda.
Pertemuan pertama, Apriliana dan DN melakukan pengambilan foto di sebuah hotel di kawasan Kiara Condong, Kota Bandung dengan pakaian lengkap oleh Muhamad Faisal Akbar. Sebelumnya, Apriliana meminta izin kepada orang tua DN untuk membawa si anak jalan-jalan. Atas jasanya, Apriliana mendapatkan imbalan Rp 800 ribu.

Baca Juga:  Kisah Cinta Kakek-Nenek Asal Terare Lombok Timur Ini Membuat Baper WargaNet Di MedSos

Selang beberapa hari, pertemuan kedua di hotel yang sama, Apriliana dan DN kembali melakukan pengambilan gambar. Bedanya, mereka difoto hanya mengenakan pakaian dalam dan berpose berpelukan serta berciuman. Apriliana kembali mendapatkan imbalan Rp 800 ribu, sedangkan DN diberi Rp 300 ribu.

Sekira bulan Mei, ketiganya bertemu kembali untuk melakukan perekaman video. Ketika berada di kamar hotel, DN menangis karena enggan melakukan adegan yang disuruh.

“Karena si anak masih menangis, tersangka pembuat video menyuruh APR menelepon ibunya (Sus) untuk datang ke kamar,” ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Senin kemarin.

Baca Juga:  Viral,,Driver Gojek Ini kasih Keterangan Received By Terorrist Bercadar

Karena masih enggan melakukan adegan, Muhamad Faisal Akbar kemudian menyuruh Sus mencari teman DN untuk ikut menemani adegan. Akhirnya, Sus membawa SP yang merupakan teman DN datang ke kamar hotel.

“DN itu anaknya SS, sedangkan RD anak dari HR. Sementara SP itu ibunya tidak mengetahui, dia teman DN dan RD,” terang Agung.

Kedua anak dipaksa melakukan adegan ranjang. Bahkan, sang ibu dari DN menyaksikan di dalam kamar hotel. Setelah selesai, pemeran wanita mendapat imbalan Rp 1 juta, DN mendapat Rp 300 ribu dan SP mendapat Rp 100 ribu.

Baca Juga:  Hannykristianto Sekjen Muallaf Center Indonesia Dipersekusi Mahasiswa Unika Atma Jaya utusan Wali Gereja Indonesia?

Komentar