Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Dilansir dari ACTNews, JAKARTA – Apa yang bisa dibeli dengan uang Rp 15.000? Untuk sebagian orang dewasa, uang dengan nominal sebesar itu mungkin cukup untuk biaya transportasi sekali jalan. Bagi anak-anak, nominal tersebut bisa saja cukup untuk membeli berbagai kudapan yang tersaji di kantin sekolah mereka. Bisa juga, uang yang tak seberapa besar jumlahnya tersebut tidak untuk membeli sesuatu, namun disisihkan untuk bersedekah.

Selasa (9/12), niat bersedekah inilah yang muncul pada diri Naurah Alfi Mufidah Anwar (11) dan adiknya, Hasna Alya Anwar (8). Gadis cilik yang masih duduk di kelas 6 SD dan 3 SD tersebut begitu ingin membantu saudara-saudara di Palestina. Tanpa pikir panjang, kakak beradik ini langsung menyumbangkan uang Rp 15.000 yang mereka punya melalui sepucuk surat yang dikirimkan ke kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Selasa (9/12). Kisah kedermawanan mereka yang sempat viral beberapa hari lalu bahkan menginspirasi warganet Indonesia.

Naurah, atau yang akrab disapa sebagai Nau, mengaku telah lama mengetahui kondisi rakyat Palestina yang memprihatinkan. Ia mengungkapkan, pertama kali mengenal Palestina adalah dari kisah-kisah yang diceritakan oleh ibundanya.

“Mama pernah berkunjung ke Palestina dan Israel. Aku sama adik pernah diberi tahu, kalau kondisi orang-orang Palestina itu kasihan. Kata Mama, banyak warga Palestina yang menjadi korban perang. Anak-anak Palestina banyak yang tidak punya orang tua karena meninggal dalam perang,” ujar siswi SDN Warakas 1 Jakarta Utara ini.

Setelah mendengar cuplikan kisah dari Bumi Al-Aqsa itu, Naurah dan Hasna semakin penasaran dengan kondisi nyata di sana. Mereka lantas mencari tahu lebih jauh tentang Palestina. Lewat saluran Youtube, mereka melihat video-video berita yang memperlihatkan situasi di Palestina. Empati memenuhi hati mereka ketika melihat banyaknya warga Palestina yang diperlakukan secara semena-mena oleh tentara Israel.

Baca Juga:  Kagum!! Keakraban TGB Bersama Bawahannya Layaknya Seorang SAHABAT SEJATI

Saat kabar pemindahan ibu kota Israel ke Al-Quds secara sepihak disiarkan di sejumlah stasiun televisi tanah air, empati Naurah dan Hasna kembali membuncah. Pasalnya, keputusan sepihak tersebut memancing aksi perlawanan rakyat Palestina yang berujung pada jatuhnya korban luka dan jiwa.

“Orang-orang Palestina itu kasihan. Israel itu tidak memikirkan kesulitan mereka. Yang ada, mereka (Israel) serakah karena ingin mengambil daerah-daerah di Palestina,” ungkap Naurah polos.

Rasa empati itu kerap ia dan adiknya tuangkan dalam sebuah gambar. Naurah mengungkapkan, sudah beberapa kali mereka menggambar tentang kondisi di Palestina. Tak jarang, mereka menyematkan pesan-pesan dukungan terhadap Palestina. Namun, ketika tahu situasi di Al-Quds kembali menegang, kakak beradik tersebut berinisiatif untuk menyisihkan uang sakunya agar bisa disumbangkan untuk rakyat Palestina.

Baca Juga:  Gara-gara Menagih Hutang Ibu Ini Dihina Dan Dicaci Maki Peminjam Uang.

Saat ingin mendonasikan uang saku yang telah ia dan adiknya sisihkan, Naurah teringat ACT. Ia mengungkapkan, dari ayahnya lah ia mengenal ACT dan biasa bersedekah.

“Waktu Rohingya lagi kesusahan, Papi mengajak aku untuk bersedekah untuk mereka. Waktu itu sih sedekahnya ditransfer ke ACT pakai ATM Papi. Nah, pas aku sama adik aku mau sedekah untuk Palestina, aku bingung harus kirim uangnya ke mana karena aku engga punya ATM. Akhirnya aku coba cari alamat ACT lewat Instagram. Alhamdulillah ketemu. Aku langsung kirim uangnya sama gambar yang dibuat sama aku dan Hasna. Gambarnya kita buat setelah lihat-lihat foto Dapur Umum ACT di Palestina,” jelas Naurah.

Naurah sama sekali tidak menyangka bahwa donasi yang ia dan adiknya berikan menginspirasi banyak warganet Indonesia. Ia begitu bersyukur ketika mengetahui ikhtiar baik ia dan adiknya menggerakkan lebih banyak masyarakat Indonesia untuk membantu Palestina. Meski hanya mampu memberi uang tunai senilai Rp 15.000, Naurah amat berharap bantuan kecilnya bisa meringankan penderitaan kawan-kawannya di Palestina.

Baca Juga:  Mengoperasikan Laptop Menggunakan Lidah, Bisnis Online Wanita Cacat Fisik Ini Sukses

“Harapan aku ke depannya, semoga Palestina semakin membaik, tidak ada perang. Pokoknya yang baik-baik,” doanya.

Semangat membantu Palestina ditunjukkan pula oleh seorang bocah kecil asal Palembang, Faroz Syafiq Al-Azka. Seperti halnya Naurah dan Hasna, anak laki-laki berusia 6 tahun ini juga tak ingin ketinggalan memberikan bantuan terbaiknya untuk Palestina. Lewat sepucuk surat, Faroz turut menyumbangkan tabungan yang ia punya agar bisa disalurkan untuk teman-temannya di Palestina.

“Untuk teman-teman Faroz di Palestina, semoga bisa bermain di masa kecil dengan gembira,” doa Faroz tulus dalam suratnya.

Usia dan jarak sama sekali tak menghalangi dermawan-dermawan kecil tersebut untuk bisa berbuat nyata untuk membantu Palestina. Sebab, jauh di dalam hati mereka, menolong bukanlah perkara seberapa besar bantuan yang mampu mereka mereka berikan. Menolong adalah tentang memberikan ikhtiar terbaik demi bisa meringankan penderitaan sesamanya.

Insya Allah, ikhtiar terbaik bangsa Indonesia akan menjadi bahan bakar Kapal Kemanusiaan Palestina. Satu kebaikan besar akan melayarkan 10.000 ton beras menuju Bumi Al-Aqsa, membawa serta kebahagiaan untuk rakyat Palestina.

Penulis: Dyah Sulistiyowati
Sumber: https://act.id/news/detail/naurah-dan-hasna-kakak-beradik-yang-peduli-palestina

Komentar