Ming. Sep 20th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Teknologi untuk sepeda motor kembali hadir dari Surabaya. Setelah sebelumnya sekelompok mahasiswa ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) menghadirkan motor listrik dalam wujud Gesits, kali ini SCB lahir dari tangan tiga arek-arek Surabaya. SCB sendiri adalah kepanjagan dari sleep control for biker.

“Alasan diciptakannya alat ini karena banyak pengendara sepeda motor yang kecelakaan karena ngantuk di jalan. Kami membuat alat ini untuk mengurangi angka kecelakaan tersebut,” kata Elviana Arisaputri, salah satu perancang SCB.

Antara melansir alat ini sendiri adalah karya tiga orang mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Elviana bersama dua rekannya, Dliyauddin’ I dan Kevin Natanael disebut telah menghabiskan Rp1,3 juta untuk modal awal beserta risetnya.

Baca Juga:  BREAKING NEWS !! Mahfud Sebut Ma'ruf Amin Suruh NU Ancam Jokowi

Menurut Elviana, SCB bekerja dengan memberi peringatan pada pengendara jika dideteksi ada tanda-tanda mengantuk. Alat ini sendiri dibagi menjadi dua komponen, yang satu disematkan dalam helm dan yang lainnya dalam wujud gelang.

“Di gelang terdiri dari sensor denyut nadi sama ada notifikasi di gelang tersebut. Yang kedua device yang ada di helm nantinya akan menampilkan suara melalui headset bluetooth,” jelas Elviana.

Elviana juga menambahkan, mendeteksi tingkat kantuk dilakukan dengan mengukur frekuensi. Pada umumnya frekuensi orang mulai mengantuk adalah saat menunjukkan angka 40 atau lebih kecil.

Baca Juga:  Meriahnya Penyambutan Warga Provinsi Bengkulu Untuk Gubernur NTB, KH. Dr. M Zainul Majdi, MA (TGB)

Karena masih dalam wujud prototipe, komponen yang digunakan sampai saat ini sendiri masih berupa modul. Meski begitu jika nantinya alat ini dapat dikembangkan lebih lanjut mereka berencana untuk membuat sendiri komponen-komponennya.

Ditanya mengenai harapan, mereka pun tidak muluk, “Harapan kalau ada dana dan waktu kami ingin lebih mengembangkan di sisi mekanik dan bentuk agar lebih kecil. Di helm juga lebih aman lagi,” tutup Elviana.
Sumber : kumparan.com

Komentar