Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Berbicara tentang Transport Online dan Taxi Konvensional indonesia seprtinya agak sulit untuk kita tidak berfikir bahwa mereka adalah musuh buyutan.

sejak kehadiran Taxi online ini perlahan dan pasti taxi konvensional mulai ditinggalkan oleh para pengguna jasa transport, ada beragam permasalahan yang membuat para pengguna jasa untuk lebih memilih transport online atau taxi online yaitu diantaranya selain karena praktis, mudah, driver yang ramah dan kendaraan yang bersih dan mewah namun juga karena harga atau ongkos yang sangat terjangkau.

Melihat kondisi tersebut diatas, para penyedia jasa taxi konvensional agaknya mulai gundah, khawatir dan ketakutan karena tak mampu lagi mengahadapi persaingan. Ada beragam cara para penyedia jasa ini mengahadapi permasalahan ini yaitu salah satunya dengan cara terburuk mereka yaitu melakukan penyerangan bahkan dengan kekerasan terhadap sesama penyedia transport.

Baca Juga:  Palestina Memanggilmu| Pesan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Melalui Kitabisa.com

Beberapa kejadian-kejadian yang kita dipertontonkan oleh media Televisi bagaimana egoisnya para oknum driver taxi konvensional yang tega menggeledah hanphone para pengemudi roda empat untuk merazia para driver taxi online, bahkan ada juga yang melakukannya dengan kekerasan hingga mengakibatkan kerugian harta bagi korban khususnya pengemudi taxi online.

Sesuai dengan judul diatas, Lombok yang juga beberapa bulan ini sudah dihadirkan layanan ojek online dan taxi online ini juga tak lepas dari permasalahan seperti tersebut.

Sebelum berita dan informasi ini dipublikasikan, penulis sudah melakukan pengamatan melalui media sosial dan group perkumpulan taxi online, setidaknya ada beberapa kasus yang sudah penulis himpun dari permasalahan taxi online vs taxi konvensional yaitu diantaranya: Oknum Transport Konvensional melakukana pengempesan ke 4 ban mobil yang mereka duga adalah taxi online, lalu dengan bangganya oknum pelaku tersebut menposting kelakuan buruknya diakun media sosial miliknya seperti gambar berikut:

Selain itu juga pemilik akun facebook bernama dani transport lombok ini menyebarkan foto-foto mobil yang diduga adalah milik taksi online, berikut postingannya:

belum diketahui pasti maksud dari akun tersebut melakukan penyebaran-penyebaran postingan yang menurut penulis postingan tersebut dapat menimbulkan emosi antara kedua belah pihak dan dikhawatirkan akan terjadi penyerangan terhadap satu sama lainnya, selain itu juga hal tersebut akan berdampak buruk juga terhadap wisatawan luar yang ingin berlibur kelombok hingga berkesan bahwa driver travel lombok kasar dan egois. Begitukah yang kita harapkan dari cara kita menyelesaikan permasalahan???Lalu dengan bangganya kita menyebarkan kebodohan dan keburukan diri kita sendiri?? Tidak adakah cara menyelesaikan masalah yang lebih ramah dan sopan tanpa harus menyakiti pihak lainnya?? ALLAH S.W.T Sang pemilik bumi beserta isinya tidak pernah melarang hambaNya mencari rizki kapanpun dan dimanapun selama itu halal. Lalu kita yang hanya sebagai manusia biasa???

Baca Juga:  Menteri Jokowi Serang Anies, Rizal Ramli Dan Haris Azhar: Otaknya Cuman Duit

Semoga permasalahan transport di Indonesia dan di Lombok Khususnya bisa lebih damai dan saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, demi rezeki yang halal untuk keluarga tercinta dirumah.

Penulis adalah selain memiliki website travel online atau jasa sewa mobil wisata tapi juga anggota taxi online.
Salam Satu Aspal

Komentar