PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Beberapa hari ini netizan dihebohkan dengan viralnya surat curhatan driver taxi online dan menyebar melalui group-group media sosial terkait PERMENHUB 108 Tahun 2017 yang menekankan agar para driver Taxi online dipasangkan Sticker Besar didepan dan belakang Mobil, selain itu juga Para Driver taxi Online diwajibkan menggunakan SIM A Umum. Berikut Surat curhatannya:

Kepada Yth. para penumpang kami dimanapun berada.
kami driver online yang selama ini mengantarkan anda kemanapun tujuan anda, selama ini kita selalu bersama di dalam perjalanan kadang kita canda tawa ngobrol dan bertukar pikiran dan kadang juga sering kesel kesel 😀

tapi kami ikhlas mengantarkan anda ketempat tujuan dan andapun juga ikhlas memberikan jasa sewa kami berupa rupiah kepada kami “anda senang kami pun senang”

namun sebentar lagi mulai bulan februari 2018 mungkin kami tidak bisa hadir lagi di tengah bapak, ibu, mas dan mba sekalian karna kami tidak bisa online lagi karna aturan pemerintah yang diterbitkan pemerintah dalam permenhub 108 tahun 2017 yang memaksa kami untuk melakukan uji kir kendaraan kami dipasang stiker besar depan belakang. kami juga harus punya sim A umum dan bergabung di koperasi atau badan hukum.

Baca Juga:  Jadi Wamen, Ketum PROJO Ungkap mulai Sedikit Cinta Prabowo

peraturan menteri ini sangat memberatkan dan akan menyengsarakan kami yang sulit kami penuhi yang pada akhirnya kemitraan kami akan diputus oleh aplikasi grab, gocar maupun uber secara sepihak karena amanat permenhub 108 tersebut.

bapak ibu mas dan mba penumpang yang kami hormati, nanti tidak akan lagi menjumpai kami menjemput dan mengantar anda karena yang akan melayani nanti adalah angkutan berstiker besar dan bertuliskan Angkutan Sewa Khusus dengan logo perhubungan dan argo tarif murah serta promo juga tidak akan bisa bapak ibu mas dan mba dapatkan lagi, harga akan sangat mahal seperti taxi konvensional.

Baca Juga:  Kini Subsidi Benih Padi Dihapus, Petani Kian Tertekan Komisi VI Geram

kenyamanan bagaikan naik mobil pribadi tidak akan didapatkan lagi, harga murah juga tidak ada lagi
sekarang sebenarnya kami sedang berjuang untuk menolak Permenhub 108 tahun 2017 itu dengan melakukan upaya hukum ke Mahkamah Konstitusi dan melakukan kegiatan orasi atau demo ke kementrian namun sepertinya belum membuahkan hasil, Perjuangan kami tinggal sekali lagi kami lakukan demo besar besaran dari seluruh wilayah nusantara tanggal 29 januari 2018 yang akan datang di depan istana negara untuk mencabut permenhub 108 yang menyengsarakan kami.

Bapak ibu, mas dan mba sekalian. mungkin juga dapat merasakan kegundahan yang kami rasakan saat ini dan dapat juga membayangkan tidak nyamannya nanti dengan angkutan online seperti taxi dengan argo mahal. kegalauan ini adalah kegalauan kita bersama karena pemerintah kementrian perhubungan telah memaksakan kehendaknya tanpa memikirkan masyarakatnya seperti bapak ibu mas dan mba dan juga kami,
maka untuk itu dalam surat terbuka ini, kami mohon dukungan moril dan doa terhadap perjuangan kami untuk menolak dengan tegas PERMENHUB 108 TAHUN 2017 agar kita dapat tetap bersama lagi dengan nyaman dari tempat jemput melewati jalan macet sampai ketempat tujuan “sesuatu yang indah” semoga tetap langgeng dan bukan jadi kenangan.
Atas nama
Driver Online

Baca Juga:  Perpu Corona Disahkan, Jokowi Salahgunakan Kekuasaan, Koalisi Masyarakat Siap Melawan

catatan: Mhn maaf Bapak, Ibu, Mas dan mba, sudi kiranya untuk menyebarkan curhatan kami ini lewat grup grup wa nya agar semua masyarakat tau apa yang terjadi dengan angkutan Online. Trims

Surat tersebut kami dapatkan dari kiriman group, menyedihkan memang disaat anak negeri ingin maju dan berkembang serta bisa menjalankan tugas senyaman mungkin harus terkendala dengan aturan-aturan yang memberatkan mereka.

Komentar