Sab. Sep 19th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Seorang warga asal kupang bernama Martinus mengaku seorang mualaf mantan Pastor dan utusan Muallaf Center Indonesia (MCI) Jakarta kerap menipu Ummat khususnya ummat Islam.

Pernyataan tersebut dikeluarkan lansung oleh pihak Muallaf Center indonesia melalui laman facebook miliknya yang dimana pelaku atas nama Martinus atau Ali Mustafa kerap menipu Ummat dengan Modus mendekati dan mengajak masyarakat serta beberapa komunitas, juga DKM masjid untuk mengadakan acara seperti Tabligh Akbar dan akan mendatangkan Pemateri dari beberapa Ustadz Kondang lalu meminta dana transport dan Menghilang.

Selain itu nmenurut Ketua Muallaf Center Indonesia Pelaku juga pernah menggelapkan Dana Jamaah Haji dan Umrah di Kabupaten Paser Kalimantan Timur hingga Milyaran Rupiah dan menjadi Daftar pencarian Orang di Kepolisian Negara Kalimantan Timur Resor Paser.

Terkait dengan kasus tersebut, Ketua Muallaf Center Indonesia Steven Indra Wibowo mengajak seluruh lapisan elemen masyarakat Indonesia khususnya muslim, juga komunitas – komunitas lainnya baik itu yang bergerak dalam keagamaan maupun sosial untuk dapat bekerjasama dalam melacak keberadaan orang ini agar tidak merugikan pihak-pihak berikutnya yang mungkin sudah direncanakan oleh penipu ini, untuk kemudian kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini.

Baca Juga:  Tim Hukum Polri Minta Hakim Bebaskan Penyerang Novel Baswedan

Lebih lengkap Berikut kami kutip Ultimatum lansung dari Steven Indra Wibowo melalui laman facebook Muallaf Center Indonesia terhadap pelaku atas nama Martinus.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Kami atas nama Mualaf Center Indonesia (MCI) mengeluarkan ULTIMATUM KERAS kepada saudara Ali Mustafa, atau Martinus, seorang penipu dari Kupang yang mengaku mualaf dan ex pastor.. Dan mengaku UTUSAN DARI MCI JAKARTA, selain itu dia juga kerap mengaku sebagai UTUSAN MUI JAKARTA

Modus yang dilakukan oleh penipu ini sama bentuknya, dia mendekati dan mengajak masyarakat serta beberapa komunitas, juga DKM masjid untuk mengadakan acara, sebagai contoh Tabligh Akbar, dan disampaikan bahwa akan ada pemateri dari beberapa ustadz kondang. Itu adalah awal pemetaan yang ia lakukan.

Setelah terbentuk panitia untuk acara tersebut, ia meminta dana untuk transport beberapa ustadz tersebut sebagai DP agar fix dalam acara yang akan dilaksanakan..

Baca Juga:  Arti Reuni Akbar 212 Dari Sudut Pandang Ust. Felix Siauw

Saat mendekati acara tersebut, ia menghilang dan membawa dana tersebut. Hal ini sudah ia lakukan di Berau (Kalimantan Timur) dan Kolaka (Sulawesi Tenggara). Di Berau ia berhasil menggondol tidak kurang dari 10 (sepuluh) juta rupiah dan di Kaloko sebesar 4 (empat) juta rupiah.

Di lain waktu ia juga punya track record buruk terhadap jamaah haji dan umrah di Kabupaten Paser, provinsi Kalimantan Timur. Tidak tanggung-tanggung dana yang ia bawa tidak kurang dari 1 (satu) milyar rupiah. Sang penipu ini sudah dilaporkan di Kepolisian Negara Daerah Kalimantan Timur Resor Paser dan menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam Kasus Pidana Penipuan Ongkos Naik Haji

Kami sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat muslim di Indonesia terkait kasus ini, jika ada oknum dengan modus di atas terutama mengatasnamakan MCI (Mualaf Center Indonesia), segeralah hubungi tim pusat kami yang berlokasi di Jakarta sebagai bentuk verifikasi.

Baca Juga:  Nyanyian Wahyu Setiawan Dalam Sidang Kode Etik, Ada Nama Arief Budiman Hingga Johan Budi

Tidak luput kami mengajak seluruh lapisan elemen masyarakat Indonesia khususnya muslim, juga komunitas – komunitas lainnya baik itu yang bergerak dalam keagamaan maupun sosial untuk dapat bekerjasama dalam melacak keberadaan orang ini agar tidak merugikan pihak-pihak berikutnya yang mungkin sudah direncanakan oleh penipu ini, untuk kemudian kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini.

Berikut kami lampirkan foto-foto dan berkas terkait kasus yang ia lakukan, aslinya berkulit hitam dan sengaja kami terangkan sedikit agar dapat mengenalinya.

Demikian kami sampaikan semoga dapat menjadi ibrah dan menjaga ukhuwah, sungguh dalam dakwah ini ada tantangan untuk diemban, dan ada juga ujian yang harus dilalui.

Sekian dan terimakasih
Note: surat pengangkatan palsu, seharusnya pengangkatan pastur dilakukan oleh paroki dan bukan dari DGI, hal ini kami sampaikan agar tidak juga menimbulkan kerugian dipihak katholik karena penipuan ini dilakukan hanya oleh oknum nya saja

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Steven Indra Wibowo,
CEO Mualaf Center Indonesia

Komentar