Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Rayyan seorang diri merawat ibu tercintanya itu, mulai dari menyuapi makanan, membantu duduk, mengganti pakaian, hingga menuntun ibu ke kamar mandi. Kondisi tersebut praktis membuat Rayyan tak bisa sekolah, apalagi bermain seperti teman-teman sebaya lainnya.

Saya sayang sekali sama ibu. Saya tidak mau berpisah,”kata Al Rayyan Dziki Nugraha,seorang bocah berumur 10 tahun yang setia menjaga ibunya yang menderita gagal ginjal di RSUD Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah, sejak sembilan hari lalu.

Rayyan nyaris tidak pernah mengeluh dengan keadaannya. Rayyan mengaku ikhlas meski harus merawat ibunya sepanjang hari tanpa bantuan sanak keluarganya.

Baca Juga:  Festival Bau Nyale 2018 Memakan Korban, 1 Orang Meninggal Dunia

“Semuanya (keluarga) sibuk, jadi memang saya, anaknya ibu satu-satunya yang harus menjaga ibu,” tuturnya.

Beruntung, pihak sekolah Rayyan sudah memahami kondisi Rayyan dan ibunya sehingga Rayyan diperbolehkan tidak masuk sekolah ketika harus menjaga sang ibu di rumah sakit.

Ketika ditanya mengenai sang Ayah, Rayyan mengatakan tidak pernah mengenal siapa Ayah kandungnya. Sejak kecil hanya ibu yang mengasuhnya. Sehari-hari ibunya bekerja berjualan kue dan makanan kecil. Hidupnya juga berpindah-pindah dari kos ke kos.

Ani (nama ibunya Rayyan) begitu bersyukur memiliki anak Rayyan yang sangat berbakti. Meski dirinya sendiri merasa sedih karena Rayyan yang masih kecil malah harus merawat dirinya yang sakit-sakitan.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Rajin Ibadah, Rajin Bersedekah, Punya Karyawan 50 Ribu Itu Cumana Katanya Doang???

“Anak ini telaten merawat saya, dari membantu mengangkat tubuh, mengganti baju bahkan baju dalam, sampai ke kamar mandi juga dibantu Rayyan,” ujarnya sambil berurai air mata di atas kursi roda sambil memeluk Rayyan.

Perempuan yang berasal dari Dusun Gedongan, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, itu beruntung karena ikut program BPJS mandiri sehingga seluruh biaya rumah sakit sudah tercover.

Sementara itu, menurut Nasrodin, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Keperawatan RSUD Tidar, Rayyan memang terlihat selalu sendiri merawat ibunya itu, bahkan dari pantauannya, tidak pernah ada kerabat yang menjenguknya.

Baca Juga:  Cincin Terbuat Dari Mur Speda Motor Ini Harganya Setara Dengan Cincin Emas

Banyak perawat yang menaruh iba atas kondisi Rayyan sehingga tidak jarang ada yang ikut membantunya.
sc:intisari grid

Komentar