Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Keinginan DPR RI melahirkan polisi parlemen ditandai dengan penandatangani nota kesepahaman antara DPR dengan Polri.

Langkah parlemen tersebut kemudian banyak melahirkan kritik pedas dari berbagai pihak. Bahkan, ada pula yang menilai bahwa pembuatan polisi parlemen itu menjadi bukti bahwa DPR RI sengaja ingin menjauhi rakyat atau konstituennya.

Hal itu diungkap pengamat politik dari Formappi, Sebastian Salang dalam diskusi di Jakarta Timur, Kamis (15/2/2018). “Ini cara berfikir yang menurut saya tidak cocok dengan era sekarang ini,” jelas Sebastian Salang.

Polisi parlemen, kata dia, juga menyimpang dengan upaya membuat DPR menjadi institusi ‘jaman now’. Sebab, yang namanya DPR RI ‘jaman now’, seharusnya jauh lebih terbuka dan mendekati rakyat. “Ini juga agak kontradiktif. Jangan-jangan DPR ini memang disorientasi menjelang tahun politik. Ini layak digugat UU ini,” tandasnya.

Baca Juga:  Kisah Wisatawan Bule Yang Ikut Tidur Di Pengungsian Demi Lombok

Untuk diketahui, DPR RI dan lepolisian menanda tangani nota kesepahaman peningkatan pengamanan komplek parlemen sebagai salah satu objek vital negara.

DPR berpendapat, hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sekaligus tetap berupaya tetap mendekatkan institusi tersebut dengan rakyat.(jev)
sumber : pojoksatu

Komentar