Ming. Sep 20th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Ribuan gadis Rusia rela menjual keperawanan mereka secara online dalam sebuah situs web bernama Bad Girls Club.

“Makhkota” mereka dijual kepada “pecinta wanita” yang kaya raya. Harganya mencapai 20,000 poundsterling atau sekitar Rp 381 juta. Perempuan-perempuan muda tersebut rupanya direkrut oleh jaringan spesialis yang menghubungkan mereka dengan pengusaha tajir dan scout atau pencari perawan.

Biasanya, scout akan menjual sekitar 10 perawan dalam satu bulan dan akan mengambil keuntungan ganda dari setiap penjualan. Pada kasus lain, selain lewat “agen”, sang gadis yang berniat menjual keperawanannya bisa mempromosikan dirinya sendiri di forum dan situs kencan tersebut.

Baca Juga:  Ini Orang Yang Pertama Kali Berkeliling Dunia Menggunakan Sepeda

Forum media sosial Rusia lainnya, yang juga merekrut gadis perawan, diketahui bernama “Desperate Virgins’ Club”. Alasan di balik penjualan perawan beragam. Ada yang karena bisnis, ada juga yang ingin membantu keluarga.

Beberapa dari mereka (member) mengakui bahwa mereka bisa membeli apartemen dengan uang tersebut. Sementara satu orang mengatakan, dia terpaksa menjual satu-satunya “perhiasan” yang dimilikinya demi perawatan kanker sang ibu. Dengan cara inilah, dia berhasil mendapatkan dana sebesar 3.750 poundsterling atau sekitar Rp 71,5 juta.

Lain halnya dengan gadis asal Krasnoyarsk, Rusia tengah, satu ini. Remaja 17 tahun yang memakai nama alias Shatuniha tersebut dilaporkan telah menjual keperawanannya dalam sebuah lelang online seharga sekitar 20,000 poundsterling atau Rp 381,3 juta.

Baca Juga:  Bermodal Surat Cerai dari Istri, Pria Ini Nikahi Dua Wanita

“Daripada kehilangan keperawanan karena masalah cinta, lebih baik aku menjualnya, jadi aku bisa mendatangkan manfaat (uang) dari itu,” ucapnya, dilansir Metro, Sabtu 19 Februari 2018. Ada pun syarat khusus yang harus dipenuhi, yaitu mereka yang hendak menjual keperawanannya harus memiliki sertifikat medis yang menyatakan tak pernah berhubungan seks sebelumnya.

Meski demikian, masih banyak ditemui wanita yang menjalani operasi selaput dara demi mendapatkan uang yang menggiurkan.

Contohnya saja Elena, perempuan 22 tahun asal Moskow. Dia mengaku menjual keperawanan sebanyak dua kali dan berniat melakukannya terus menerus.
sc:liputan6

Baca Juga:  Sering Kritik Pemerintah, Dosen Ini Dipecat Dari UIN Syarif Hidayatullah

Komentar