PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com
Cloud Hosting Indonesia

Bicara tentang kemuliaan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, ada cuplikan ayat dari Surat At Taubah: “La qad jaa-akum rosuulum min anfusikum ‘aziizun ‘alaihi maa’anittum hariishun ‘alaikum bil mu’miniina ro’ufur rohiim” (sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari golonganmu sendiri, berat baginya apabila kalian berada dalam kesulitan, penuh dengan semangat untuk mengajak pada kebaikan, dan sangat sayang serta mencintai orang-orang yang beriman).

Contoh keteladanan membangun peradaban di sebuah kota, bisa kita ambil dari perkembangan kota Madinah sebagai sentral dakwah Nabi Muhammad SAW. Syahdan menurut para ulama, Madinah adalah kota Al Munawarroh alias kota yang diterangi. Al Madinatul Munawarroh diterangi oleh sifat-sifat, perilaku dan karakter mulia yang ada di dalam diri Nabi Muhammad SAW. Diterangi oleh cahaya iman dan Islam, juga ihsan dan al akhlakul karimah. Oleh karenanya, seperti yang tertulis di dalam sejarah dan buku-buku, siapapun yang datang ke Madinah pasti akan langsung jatuh hati. Tak lain dan tak bukan karena keberadaan Rasulullah dengan segala kemuliaannya. Madinah kota yang terang dan mulia bagi umat muslim dan umat beragama lainnya, tak ada perkecualian.

Baca Juga:  Status FB Seorang Ibu Menampar Jeremy Teti Terkait LGBT Bisa Menyewa Rahim

Ada 4 pelajaran kebaikan dalam perilaku sehari-hari Rasulullah yang wajib kita teladani. Sesuatu yang sudah dijelaskan Allah dalam ayat tersebut di atas, dan juga dari kisah yg tercatat dalam sejarah peradaban Islam.

Pertama, di manapun kita hidup, Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu menjunjung tinggi dan menghormati adat istiadat serta nilai-nilai tradisi kebaikan yang ada di situ, yang tentunya tak bertentangan dengan ajaran dan nilai agama Islam yang kita pegang teguh

Kedua, aktivitas harian Rasulullah adalah memastikan semua orang di sekitarnya tak pernah terjebak dalam kesulitan, kalau perlu menolong untuk melapangkan setiap kesempitan hidupnya

Baca Juga:  Catatan Harian Ust. Felix Siauw: "Sipit Pribumi, Kolonial Lokal"

Ketiga, Rasulullah selalu mengarahkan umatnya kepada setiap kemudahan dan kemajuan. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok hari harus lebih baik daripada hari ini. Rasulullah adalah pelopor atas segala perbuatan baik bagi seluruh masyarakat sekitarnya. Menjadi trendsetter atas setiap tindak kebajikan dan kebijakan.

Keempat, Rasulullah adalah orang yang paling cepat tersentuh hatinya. Beliau mencintai orang lain tanpa syarat, sepanjang dalam kaidah dan tata etika yang berlaku serta tak melanggar prinsip keadaban yang diberikan Allah.

Dari empat pelajaran kebaikan itulah, yang mendorong kota Madinah menjadi sumber awal kemajuan peradaban Islam, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Termasuk di Indonesia. Kita bangun tempat kita masing-masing empat contoh dan suri tauladan dari Rasulullah saat “membangun dan menerangi” kota Madinah.

Baca Juga:  "Pulanglah Nak" | Catatan Netizen-Silahkan Dishare

Ada sedikit kenang-kenangan harapan yang saya titipkan pada para sahabat di persinggahan silaturrahim akhir pekan ini. Rangkaian pantun yang saya buat secara kilat, Insya Allah tidak mengecewakan. Secara, sebagai orang Lombok, berpantun bukanlah tradisi yang lazim saya lakukan setiap saat.

“Berangkat ke Medan bersama Ikhwan
Bersua sahabat dan kerabat sekalian
Silaturrahim Aceh Sepakat membawa Ikhsan
Kokohkan semangat ghirah kebangsaan

Nanggroe Aceh marwah Indonesia
Kokoh tegak jasa pahlawannya
Nafas Islam isi lahir batinnya
Itulah harta tak ternilai harganya

Himpun diri dalam Aceh Sepakat
Selangkah seayun komponen umat
Dengan Maulid berharap syafaat
Agar pelosok negeri makin bermartabat

La qad jaa ‘akum ayat mulia
Akhlak Rasul tergambar nyata
Tuntunan Allah sepanjang masa
Agar selamat sejahtera sentosa”
Sc: FP Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi

Komentar