PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com
Cloud Hosting Indonesia

Video mesum 3 pria berseragam TNI dengan seorang wanita beredar di media sosial. TNI telah menyelidiki siapa pemeran video asusila itu.

Video mesum tersebut tersebar di internet sejak Jumat (23/2/2018). Ada dua video yang beredar. Video pertama berdurasi 2 menit 7 detik dan video kedua berdurasi 1 menit 30 detik.

Dalam video berdurasi 2 menit 7 detik, tampak seorang wanita bersama dua orang pria berada di dalam kamar. Sedangkan seorang pria tengah merekam.

Sementara dalam video berdurasi 1 menit 30 detik, dua orang pria beradegan mesum dengan seorang wanita. Pria satu lagi, mengenakan kaus loreng hijau, tengah merekam adegan mesum rekannya menggunakan ponsel.

Baca Juga:  "Amarah Belum Meredam" Jet-Jet Udara Israel Mengebom GAZA, 25 Warga Terluka

Dalam video tersebut, terlihat Pakaian Dinas Latihan (PDL) berpangkat Prajurit Dua (Prada) dengan Brevet Hirbak. Selain itu, terlihat pula sangkur M-16 yang ada di dinding.

Para pemeran video mesum tersebut melakukan komunikasi dengan menggunakan Bahasa Sunda. Kabarnya, video mesum tersebut diambil di wilayah Cimahi, Jawa Barat.

Kapen Kodiklat TNI AD Kolonel Caj Yosef Agung mengaku sudah mendapat rekaman video tersebut. Pihaknya kini tengah mendalami.

“Kejadian (video) memang sudah kita terima. Kita sedang dalami apa benar anggota kita atau bukan, supaya tidak salah,” ucap Yosef Agung.

Baca Juga:  Sri Mulyani Sakit Perut Realisasikan Janji Kampanye Kartu Pra-Kerja

Yosef mengatakan memang ada indikasi ketiga pria tersebut merupakan anggota Kodiklat. Hal itu terlihat dari seragam yang tergantung di ruangan dalam video.

“Ya, ada indikasi anggota Kodiklat, ada lambang-lambang satuan,” tuturnya.

Kendati demikian, Yosef belum dapat menyimpulkan. Pihaknya kini masih terus mendalami kasus video tersebut.

“Masih kita dalami. Kalaupun benar, akan dilakukan langkah hukum untuk yang bersangkutan, sanksi disiplin,” tandas Yosef.(jev)

Komentar