PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com
Cloud Hosting Indonesia

Jika di Indonesia masyarakat masih menjerit karena tarif listrik yang tinggi, Jerman malah rela membayar masyarakat untuk memakai listrik. Penyebabnya hanya satu; Jerman surplus listrik. Banyak sumber energi terbarukan membuat Jerman kelebihan energi. Enak banget, kan?

Dikutip dari Huffington Post, selama ini Jerman memang telah melakukan investasi besar-besaran untuk menghadirkan energi terbarukan. Karena jumlah energi yang dihasilkan berlebih, setiap rumah tangga dibayar untuk menggunakan listrik saat liburan.

Pasalnya, selama musim liburan, permintaan listrik rendah. Cuaca yang hangat di Berlin pada Natal dan hembusan angin yang kuat membuat energi yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga angin cukup besar. Harga listrik terus-menerus turun bahkan di bawah 0.

Baca Juga:  Video: Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional Dari PIACCF Malaysia

Kejadian seperti ini memang bukan kejadian aneh di Jerman. Pada November 2017 lalu, harga listrik juga tenggelam. Dan kondisi ini terjadi lagi saat tahun baru 2018. Penambahan pembangkit tenaga uap dan juga nuklir membuat jumlah energi yang dihasilkan lebih besar.

Dikutip dari Independent, hasil dari investasi energi terbaruka di Jerman mulai terlihat dari tahun ke tahun. Pada Maret tahun lalu, pembangkit listrik tenaga angin milik Jerman ini berhasil memproduksi 38.370 megawatt per jam. Angka yang cukup besar dan bisa menutupi lebih dari setengah kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Viral Puluhan Tentara China Menangis Ketakutan Dikirim Perang Ke India

Kebijakan perusahaan membayar warga yang memakai listrik mulai terjadi pada tahun 2017. Pada Oktober, pembangkit listrik tenaga angin menciptakan lebih banyak energi ketimbang kebutuhan masyarakat. Pada bulan itu juga, sepanjang hari harga listrik di bawah 0.

Akhirnya, selain mematikan pembangkit listrik lain untuk mengurangi pasokan, mereka membayar warga agar menggunakan listrik. Memang kebijakan ini tidak berlaku setiap hari. Tapi kebijakan membayar warga yang menggunakan listrik ini meringankan beban masyarakat.

Karena secara tidak langsung, semakin banyak listrik yang digunakan saat kebijakan ini digulirkan, maka semakin besar nilai potongan yang didapat pada tagihan yang akan diterima.

Baca Juga:  TGB Tak Mampu Menahan Air Mata Saat Mengunjungi Korban Bencana Gempa Di KLU

Komentar