PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com
Cloud Hosting Indonesia

Di kutip dari berbagai media sosial, berita dan video aksi oknum pol-pp yang menyeret seekor sapi dengan menggunakan truck oprasional viral diberbagai media sosial, seperti yang diliput investigasinews berikut.

Terkait postingan media sosial (facebook), di Group Info Kejadian Bulukumba, Rabu (7/3/2018) dimana se ekor sapi warga tampak di seret mobil petugas Satpol PP, dengan cara di ikat pada bagian belakang mobil sambil mobil tersebut berjalan maju. Kejadian tersebut dibagikan akun Muhammad Irham, saat melintas di jalan Muh Noor dan melihat kejadian keji ini, dengan Sttusnya ” Beginikah caranya Petugas Pol PP kalau ada hewan ternak ditangkap, tidak ada sekali rasa perikemanusiaannya, biarpun itu sapi, malahan berdarah-darah di ikat di mobil patrol baru di tarik” tulis Akun Facebook tersebut.

Baca Juga:  Kronologis Penemuan Sticker Berlogo Palu Arit Di Tembok Kantor Lurah Mataram Barat

Aksi penangkapan hewan di lakukan oleh Satpol PP Kabupaten Bulukumba, di semua wilayah kota dan sekitarnya, tentu merupkan salah satu fungsi dan tugas Satpol PP sebagai penegak Perda, namun razia kali ini membuat nitizen geram atas tindakan satpol PP, yang terekam oleh salah satu Nitizen yang melintas di Jalan M. Noor.

Beragam komentar pun memunculkan, dari menghujat Petugas Satpol PP yang dinilai tidak memiliki prikemanusiaan, sampai mendoakan semoga petugas mendapatkan balasan serupa diahirat nanti. Bahkan Salah satu Nitizen dengan akun bernama Saril Tcl, menilai Apa yang dilakukan petugas Satpol PP salah dalam memberi efek jerah, pasalnya hewan tersebut tidak berakal.

“Mereka pikir itu akan memberikan efek jerah, Efek jerah untuk sapinya atau pemiliknya?. Sapi tidak akan keluyuran begitu kalau bukan pemiliknya yang lalai. Kasian sapinya, tapi lebih kasian lagi yang melakukan” tulis Akun Saril Tcl sedikit bertanya.

Baca Juga:  Ternyata Ini Alasan Menteri Agama Memotong Gaji PNS Untuk Zakat

Salah satu komentar lainya, Akun Irfandi Sabri, menulis bahwa tidak semua sapi warga di lakukan demikian, hanya karena sapi tersebut (yang diseret) mengamuk dan melukai petugas saat penertiban.

selain itu sebuah akun facebook bernama Eris Riswandi juga memposting foto dan video aksi kejam tersebut dengan caption: Kenapa sapi jalan nya lambat? karena mereka gampang capek, dan ini di paksa harus jalan kaki jauh kebayang gak ngos ngosan nya gimana? Manusia aja jalan kaki kalau di paksain bisa muntah. Ini menurut gw sih lebih ke Idiot. Trus itu truk fungsinya buat apa? Takut kotor? gak bisa di bersihin?? Bagaimana menurut kalian??

Baca Juga:  Arti Reuni Akbar 212 Dari Sudut Pandang Ust. Felix Siauw

Terpisah salah satu staf Satpol PP yang coba dikonfirmasi yang mempertanyakan apakah prosedur penanangkapan ternak, harus diikat dan diseret menggunakan mobil, is kemudian meminta pihak media untuk datang dikantornya agar mengetahui prosesnya aturannya tanpa bersedia menjawab Pertanyaan tersebut. bahkan saat dimintai kontak petugas yang melakukan Operasi penertiban, tidak ditanggapai.

“silahkan kekantormaki pak, biar lebih jelas” balas akun Sitti Nurfadillah via inbox.

Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak, utamanya Pemilik ternak untuk lebih mematuhi aturan yang ada karena disamping kota buka merupakan tempat berkeliarannya hewan, juga dapat membahayakan pengguna Jalan. (Ariel/IN-04)

Komentar