Sab. Sep 19th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Hj. Titi Widoretno Warisman lebih akrab dipanggil Neno Warisman diminta diperiksa kepolisian oleh ketua fans Jokowi terkait group whatsapp yang dibuatnya karena dianggap akan melakukan makar dan penggulingan terhadap pemerintahan Jokowi.

Seperti yang dikutip dari berbagai media Aparat kepolisian harus memeriksa dan menangkap Neno Warisman karena membuat group Whatsapp (WA) ganti Presiden yang dididuga kuat isinya fitnah dan hoax.”

Demikian dikatakan Ketua Fans Jokowi Maryanto Suhardianto dalam pernyataan kepada suaranasional, Senin (19/3).

Kata Maryanto, group WA yang dibuat Neno Warisman diindikasikan gerakan makar yang ingin menggulingkan pemerintah. “Kelompok ini mempunyai tujuan Jokowi harus jatuh 2019. Ini sangat berbahaya bagi demokrasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Janggal, Petugas KPPS Pemilu 2019 Banyak Meninggal, Ini Kata Dosen Fakultas Kedokteran UISU

Kata Maryanto, diduga kuat group ini pecahan dari Saracen dan Muslim Cyber Army (MCA).

“Kelompok ini mencoba memecah dengan konsentrasi penggalangan opini di tingkatan ibu-ibu untuk menolak Jokowi,” jelas Maryanto.

Gerakan 2019 Ganti Presiden diklaim tumbuh dengan sangat pesat. Kabarnya, sekitar 100 grup WhatsaApp #2019GantiPresiden lahir hanya dalam tiga hari.

Kenapa bisa meluas gerakan itu? Menurut Neno Warisman, salah satu pegiat gerakan tersebut, semua anggota menginginkan pergantian kepemimpinan nasional pada 2019 mendatang.

Alasannya, mereka tidak puas dan merasakan langsung dampak negatif dari kondisi negeri saat ini. Kebanyakan anggota adalah ibu rumah tangga yang merasa tercekik oleh harga barang kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  I Made Sudarta: Dari 10 Gubernur DKI, Hanya Anies Yang Aware terhadap Ummat Hindu DKI

“Mereka merasakan bagaimana kehidupan saat ini serba sulit. Sulit keuangan. Untuk atur biaya listrik, sulit pendidikan, dan pastinya sulit makan, dll,” ucapnya.

Lalu apa saja yang dibicarakan di dalam grup WhatsApp itu? “Saya selalu mengingatkan agar WAG ini menjadi wadah bagaimana memberi pemahaman kepada masyarakat atas kondisi negara. Semua pemberitaan yang muncul di grup tidak boleh hoax. Dan harus berdasar pada konstitusi,” jelasnya.

Komentar