Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Seperti yang kamu tahu Korea Utara adalah negara paling ketat untuk urusan-urusan agama. Di sini segala atribut yang berhubungan dengan keagamaan sangat dilarang. Jangankan mendirikan tempat ibadah, menunjukkan diri dengan pernik agama tertentu bisa fatal akibatnya. Meskipun demikian ketat, tapi agama tetap masih bisa bernafas di sana.

Rata-rata penduduk Korut adalah penganut Juche, meskipun demikian tak berarti agama lain tidak bisa berkembang di sini. Beberapa agama populer dunia juga mendapatkan tempat, termasuk Islam.
Sebagai negara komunis, Korut sudah lama memberlakukan aturan yang ketat soal agama. Tapi, pada kenyataannya, Islam seolah mendapatkan lampu hijau di sini. Terbukti dengan data agama yang menyematkan nama Islam di sana. Jumlahnya sendiri sangatlah kecil, bahkan tak sampai satu persen. Jadi, sama sekali tidak seorang pun masyarakat asli yang menjadi Muslim. Agama ini sendiri dibawa oleh diplomat-diplomat serta duta besar di sana. Meskipun jadi minoritas, tapi tak ada tekanan bagi para orang asing untuk menjalankan syariat Islam.

Baca Juga:  Pemerintah Cina Akan Susun Ulang Semua Kitab Suci Agama Agar Sejalan Komunisme

Membangun bangunan keagamaan adalah hal yang sangat dilarang di sana. Apalagi diprakarsai oleh masyarakat, apa pun itu tetap menjadi hak pemerintah untuk menentukannya. Meskipun aturan soal rumah ibadah begitu ketat, namun siapa sangka jika di Korut ternyata berdiri sebuah masjid yang cukup megah.

Masjid ini terletak di salah satu sudut kota Pyongyang. Bentuknya sendiri cukup apik dengan lafal Allah di bagian puncak menaranya. Masjid ini sendiri ternyata tak dibangun oleh pemerintah Korut, melainkan oleh kedutaan besar Iran.
Pemerintah Korut sebenarnya sangat membebaskan semua orang di bawah naungan mereka untuk memilih agama yang diyakininya. Soal kebebasan beragama, Kim Jong Un sendiri pernah mengungkapkan hal tersebut. Dikutip dari sebuah halaman resmi pemerintah Korut, Kim mengatakan, “Upaya untuk merusak Korut dengan fitnah adalah tindakan tidak masuk akal dengan menyebut di Korut tidak ada kebebasan beragama. Itu benar-benar tidak masuk akal. Sepenuhnya, kami menjamin kebebasan berkeyakinan setiap warga negara.
Sc: boombastis.com

Baca Juga:  Ribuan Anak-anak Rohingya Bagian Rakhine Myanmar Hidup Seperti Terpenjara

Komentar