Ming. Sep 20th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Lapak-lapak benda pusaka nusantara berjejer di ancak saji Puri Agung Peliatan, Ubud, Gianyar, Bali, Kamis (29/3/2018) pukul 09.00 Wita. Pusaka berupa tombak, trisula hingga keris bersejarah.

Dari sejumlah penjual benda pusaka nusantara, Yasin tampak bersemangat. Pria asal Ringinharjo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta ini sudah menjejerkan semua keris jualannya. Dari puluhan pusaka yang dijualnya, Trisula Sirasah Emas, merupakan benda yang paling eksklusif yang dimilikinya. Trisula ini, kata dia, merupakan milik seorang panglima perang kerajaan Majapahit.

Oleh Yasin, trisula itu dibanderol seharga Rp 25 juta. “Saya ini murni sebagai penjual benda pusaka, jadi kalau ada yang minat saya lepas, mulai dari harga Rp 25 juta tapi masih bisa negosiasi. Sejarah lengkapnya saya tak tahu, tapi ada yang bilang ini dulunya milik seorang patih Majapahit,” ujarnya.

Baca Juga:  Tukang Bakso Berpakaian Layaknya Pegawai Bank Viral Dimedia Sosial

Abdi dalem Keraton Jogja ini mengatakan, meskipun perekonomiannya bertumpu dari penjualan benda pusaka, namun ada pusaka yang sama sekali tidak dia jual meskipun ditawar Rp 1 miliar.

Pusaka tersebut berupa Keris Jalak Sangu Tumpeng yang merupakan warisan leluhurnya.
Kata Yasin, keberadaan keris ini di keluarganya baru diketahuinya sejak tahun 2012. Itu pun diketahui usai sejumlah peristiwa mistis. Seperti, setiap ada keluarga sakit, penyembuhannya relatif lama.

Padahal di keluarganya terdapat saudara yang memahami ilmu pengobatan tradisional. Ada juga keluarganya yang kerasukan sosok kera putih.
“Tahun 2012, adik dari kakek buyut saya sakit, lalu saya dipanggil, dan memberikan pertanyaan unik ke saya, ‘kok setiap ada orang yang sakit di rumah ini, sakitnya sulit sembuh?, ini ada kunci lemari, coba buka lemari kakek buyut mu itu, apa isinya,’’ ujar Yasin menirukan ucapan adik kakek buyutnya kala itu.

Baca Juga:  TNI AD Pecahkan Rekor ASEAN Dengan Gelar Juara Umum AARM 2017

Setelah lemari dibuka, Yasin melihat sebuah keris. Dia terkejut melihat keris tersebut berkaratan, seperti tidak pernah dirawat selama puluhan tahun. Setelah Yasin memperbaiki dan merawat keris tersebut, kondisi keluarganya pun membaik. “Kalau ada yang sakit, sakitnya itu normal. Saya tidak akan menjual keris ini meski ditawar Rp 1 miliar pun,” ujarnya.
Sumber: tribun-bali

Komentar