Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Sebanyak 6 pelaku pesta zeks dengan cara tukar pasangan ML (making love) ditangkap polisi. Tiga pasangan suami istri tersebut rela tukar pasangan demi sensasi zeks.

Kasus tukar pasangan zeks ini dibongkar petugas Unit III Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim). Ketiga pasangan suami-istri (pasutri) ditangkap di sebuah hotel di Lawang, Malang. “Mereka berkomunikasi lewat WhatsApp Group (WAG),” terang Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Yudhistira Midyahwan di Surabaya, Senin (16/4). Keenam orang yang diamankan adalah THD (53), RL (49), SS (47) WH (51), DS (29), dan AG (30). THD berperan sebagai admin. “Untuk admin kami tetapkan sebagai tersangka. Dia kami jerat pasal 296 KUHP,” tambah Yudhistira.

Baca Juga:  Lomba Bodoh Menyambut HUT-RI Yang Melecehkan Arti Kemerdekaan Republik Indonesia

THD membuat WAG dengan nama Sparkling. Anggota grup tersebut berjumlah 28 orang. Mereka berasal dari berbagai kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tuban, Jember dan Nganjuk.

Tak hanya memanfaatkan WhatsApp, THD juga memainkan Twitter. Twitter dipakai untuk bergerilya mencari member baru. Jika ada yang berminat, THD memasukkan nomor telepon calon member ke dalam WAG Sparkling.

Saat polisi datang menggrebek, ketiga pasutri dalam keadaan tanpa busana. Mereka tengah berhubungan badan dengan pasangan lain. “Kami tidak menemukan adanya transaksi uang dalam komunitas ini. Mereka melakukan swinger (tukar pasangan) murni karena rasa suka sama suka,” ungkap polisi dengan dua melati di pundak tersebut.

Baca Juga:  Kisah Agama Dan Dongeng | Catatan Netizen

Berdasar hasil penyidikan polisi, grup Sparkling sudah beroperasi sejak 2013. Selama kurun waktu lima tahun, jumlah membernya terus bertambah. Ada pula anggota yang memutuskan untuk keluar dari grup tersebut.

Saat ditanya wartawan, THD mengaku bahwa dirinya tidak melulu ikut acara. Terkadang istrinya menolak. “Selama ini memang saya komunikasi lewat WA. Tapi kalau ikut main baru tiga kali,” bebernya.(jev)
sumber : pojoksatu

Komentar