Sab. Sep 19th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Provinsi NTB disebut sebagai daerah yang berhasil melaksanakan program Millennium Challenge Corporation (MCC) yang digagas Pemerintah Amerika Serikat bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi NTB. Bahkan NTB merupakan contoh terbaik dari pelaksanaan program tersebut. Kemitraan MCC dengan Pemerintah Indonesia telah dilaksanakan selama lima tahun untuk mengatasi tangangan pembangunan melalui investasi di bidang gizi, modernisasi pengadaan dan membangun kemakmuran hijau melalui pembangunan berkelanjutan. Hal itu ditegaskan Duta besar Amerika Serikat Joseph R. Donovan saat menemui Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, di Ruang Kerja Gubernur, Senin (7/5/18).

Baca Juga:  Berikut Fenomena Teror Ulama Dibunuh Orang Gila Berpakaian Rapi Yang Terencana Dan Terstruktur

Kehadiran Dubes dan sejumlah delegasi lembaga pemerintah Amerika Serikat Millenium Challenge Corporation (MCC) mengunjungi Provinsi NTB itu, untuk merayakan berakhirnya Compact MCC yakni sebuah progran kerja sama dengan Pemerintah Indonesia. Duta besar AS Donovan dan Delegasi MCC, dipimpin Wakil Presiden dan Sekretaris Dewan MCC, Jeanne Hauch serta Wakil Presiden untuk urusan Kongres dan Hubungan Masyarakat, Karen Sessions, bertemu dengan Gubernur NTB untuk mengapresiasi peran pentingnya di dalam pelaksanaan proyek-proyek Compact MCC di NTB.

Keberhasilan beberapa program MCC di NTB, antara lain, Proyek kesehatan dan gizi berbasis masyarakat mengurangi (stunting) di delapan kabupaten di NTB, dan berupaya untuk mengentaskan malnutrisi kronis dan stunting, Unit Layanan Pengadaan (ULP) NTB, Pelaksana Program, misalnya Panca Karsa dan Peka Sinergie, menerima pendanaan dari proyek Kemakmuran Hijau Compact MCC untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga:  Istana: RI Tak Ikut Campur Urusan China Soal Muslim Uighur

Komentar