KH. Ahmad Rifa'i Tokoh Indonesia Yang Puluhan Karyanya Disimpan Di Perpustakaan Belanda - PORTAL BERITA LOMBOK

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

KH. Ahmad Rifa’i Tokoh Indonesia Yang Puluhan Karyanya Disimpan Di Perpustakaan Belanda

2 min read

KH Ahmad Rifa’i adalah salah seorang ulama yang juga memiliki gelar sebagai pahlawan nasional. KH Rifa’i merupakan salah satu ulama tarekat Indonesia yang lahir di daerah Kendal, Jawa Tengah. Beliau adalah anak dari pemuka agama ternama di Kendal bernama KH Muhammad Marhum Bin Abi Sujak. Namun sang ayah harus meninggal dunia saat usia Kyai Rifa’i 6 tahun dan beliau pun diasuh oleh kakaknya.

Dalam bimbingan sang kakak, beliau semakin rajin mempelajari ilmu agama bersama kakak iparnya yang merupakan pengurus ponpes di Kaliwungu, Kiai As’ari. Setelah merasa ilmunya bertambah, ulama ini memutuskan untuk mengadakan tabligh keliling di daerah Kendal dan dikenal sebagai sosok kiai yang tegas dalam berdakwah.

Baca Juga:  Guru Korban Gempa Dapat Tunjangan Khusus, Perawat Tidak, Dimana MENKES??

Selain berdakwah, sosok beliau juga dikenal memiliki hobi menulis untuk menyuarakan kemerdekaan Indonesia dari tangan para penjajah. Itulah kemudian yang membuat Belanda mengawasinya. Sikap patriotik yang dimiliki pemuka agama inilah yang kemudian membuatnya sering dipenjara dan diasingkan.

Namun sosok kiai ini memang adalah orang yang tak ingin dikekang, terbukti meskipun dalam pengasingan beliau sempat mendirikan pondok pesantren. Ponpes inilah yang membuat warga sekitar mulai sadar tentang pentingnya pendidikan agama dan makna perjuangan kemerdekaan.

Selain berdakwah, beliau sangat senang menulis
Banyak yang bersaksi bahwa Mbah Rifa’i ini juga sangat produktif dalam menghasilkan karya tulisan. Karya-karya beliau identik dengan penggunaan bahasa sederhana dan mudah dipahami tanpa adanya penggunaan istilah-istilah Arab yang rumit. Total kitab yang ditulis Ahmad Rifa’i adalah 65 buah tanpa termasuk yang belum ditemukan.

Baca Juga:  Viral,, Video Oknum Berplat MABES TNI Aniaya Anak Berumur 14Th Hingga Berlumur Darah

Tulisan Kiai Ahmad Rifa’i juga terkadang mengandung unsur kritik dan protes terhadap pemerintah Hindia Belanda serta para penghianat pribumi. Itulah yang kemudian membuat kitab-kitabnya disita pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1859. Faktanya kitab-kitab tersebut sampai sekarang masih tersimpan di perpustakaan salah satu universitas terkemuka Belanda, yaitu Universitas Leiden. Ada sekitar 33 kitab KH Rifa’i ditemukan di sana. Ssc: www.boombastis.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.