PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Manusia tidak berselisih bahwa balasan dari perbuatan zalim adalah kebinasaan sementara balasan dari sikap adil adalah kemuliaan. Oleh karena itu diriwayatkan bahwa “Allah akan menolong negara yang adil sekalipun kafir, dan akan membinasakan Negara yang zalim sekalipun beriman” – Ibnu Taimiyah

Keadilan, ini kalimat yang tahun-tahun terakhir ini hilang dari negeri kita tercinta. Hingga kita dipaksa untuk menyaksikan ketidakadilan yang telanjang di depan mata

Perlakuan dengan standar ganda, oleh mereka yang mengaku pihak penegak hukum. Tapi jelas-jelas hukum bisa jadi ada banyak versinya bagi mereka, tergantung situasi kondisi

Baca Juga:  Viral, Bocah umur 2 tahun Memiliki Gaya Potongan Rambut Yang Unik

Sama-sama remaja, sama-sama menjatuhkan martabat pemimpin negeri, namun diperlakukan berbeda. Aksi kekerasan yang nyata dianggap tak ada unsur pidana

Itu yang baru-baru terjadi, bila mau diurut ke belakang, entah sepanjang apa antrian mereka yang mempertanyakan, apakah masih ada keadilan di negeri ini?

Kemanusiaan yang adil dan beradab bisa dibaca, namun yang mengaku Pancasilais ini jauh dari adil apalagi adab. Kelakuan semena-mena, arogan dan angkuh

Penegak hukum itu pengamal amar ma’ruf nahi munkar paling depan. Di dalam sistem yang menerap Islam, saya pikir mereka pastilah yang beroleh pahala sangat banyak

Baca Juga:  Catatan Harian Ust. Felix Siauw: "Sipit Pribumi, Kolonial Lokal"

Tapi dalam sistem yang berlaku saat ini, hukum adalah milik mereka yang punya uang, sebab dengan itu mereka bisa membeli penegak keadilan dan jajarannya

Mereka harusnya tahu, bahwa ukuran keadilan itu ada di dalam hati masing-masing manusia. Hingga yang menyelisihinya pasti akan hancur, hanya tinggal waktu saja. Sc: IG @felixsiauw

Komentar