PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Kirim Informasi atau Video Penting sekitar kamu Melalui WhatsApp Kami +62819-0770-8118 atau Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

TGB Diskusi Soal Ekonomi Pasar Pancasila dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)

2 min read

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) diundang dalam diskusi bertajuk Ekonomi Pasar Pancasila dan Pemberdayaan Ekonomi Umat di Kantor Pusat Kegiatan ICMI, Jakarta (11/7). Diskusi juga dihadiri Wakil Ketua Dewan Penasehat ICMI Soetrisno Bachir, Anggota Dewan Pakar ICMI Muhammad Syafii Antonio.

Jimly Asshiddiqie Ketua Umum ICMI mengundang gubernur yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) ini, agar bisa menjelaskan aplikasi ekonomi pasar yang berbasis pancasila dan pemberdayaan ekonomi umat yang telah diterapkan di NTB. “Kita tidak hanya mengundang praktisi dan akademisi. Tetapi juga Kepala Daerah yang langsung menerapkan konsep ekonomi pasar pancasila dan pemberdayaan ekonomi umat melalui kebijakan-kebijakannya di daerah,” jelas Jimly.

Baca Juga:  Megawati Tunjukkan 'Salam Pancasila', Netizen Upload Video Mirip Salam Merdeka

Memulai paparannya, gubernur mengatakan prinsip pancasila selaras dengan tuntutan islam. Dalam sudut pandang ekonomi juga tidak hanya menghadirkan kemakmuran namun juga keadilan. “Rasulullah Shalallahu’alaihiwasalam ada tiga hal manusia tidak boleh mendominasi atau monopoli, yaitu sumber daya air, pangan, dan energi. Arti dari ungkapan rasul ini mengemukakan semangat pada titik tertentu pemerintah harus ikut turut campur dalam proses ekonomi, tidak boleh terlalu bebas”, jelas TGB.

TGB mengatakan, prinsip Rasul itu diterapkan di NTB dengan membuat kebijakan di daerah melindungi masyarakat NTB. Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan TGB berusaha terus meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat. “Tahun 2017 pertumbuhan ekonomi tanpa tambang sebesar 7,1%, tertinggi ketiga di nasional. Kenapa tambang kami keluarkan? Karena kami ingin mengukur aktifitas ekonomi yang lebih real. Sektor tambang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas tersebut dan kebijakan internal perusahaan tambang tersebut”, jelas TGB. Sc:Humas NTB