Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Terkait dengan rencana ceramah atau kedatangan Ust. Abdul Somad di Pondok Pesantren Alhusna Mayong kabupaten Jepara 1 September mendatang mendapatkan kontra atau penolakan dari Gerakan Pemuda Anshor Jepara.

Penolakan tersebut terlihat dari Surat Pemberitahuan kepada pihak kepolisian dari Gerakan Pemuda Anshor Jepara yang beredar luas di media sosial agar ceramah Ust. Abdul Somad dimonitor keras dan diberikan syarat karna terkait dengan tuduhan bahwa Ust. Abdul Somad hanya didompleng oleh Ormas HTI yang Sudah dibubarkan Pemerintah.

Selain tuduhan diatas Gerakan Pemuda Anshor Jepara juga menilai bahwa HTI mencatut nama-nama Ulama dan Kiyai Ahlussunnah waljamaah sebaga alat untuk menarik massa seperti pola lama.

Baca Juga:  Viral,, Video Oknum Berplat MABES TNI Aniaya Anak Berumur 14Th Hingga Berlumur Darah

Dalam surat tersebut Pihak Gerakan Pemuda Anshor meminta tegas kepada pihak kepolisiaan agar memonitor extra roadshow Ust. Abdul Somad dan diminta dalam acara tersebut diadakan pemasangan bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Surat edaran dan pemberitahuan tersebut ditandatangani oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Anshor Jepara yang diketuai oleh H. Syamsul Anwar. SE dan sekretaris Kusdiyanto S.Pd. tertanggal 21 Agustus 2018.

Komentar