Sab. Sep 19th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Oleh: Ramadhani Aksyah.
Saya kenal Rocky Gerung sejak lama. Di FIS UI beliau tercatat sebagai mahasiswa ilmu politik Angkatan 1979 ,Sedangkan saya adalah angkatan 1981. Saat itu Kami sering sekali bertemu di ruang kuliah dan perpustakaan, bahkan sesekali kita pernah bertemu di kantin fakultas.

Seingat saya, kami tiga atau empat kali ambil mata kuliah yang sama, sempat juga Lama gak ketemu, ternyata dia (RG) juga kuliah di jurusan Filsafat FS UI. Untuk hal ini Saya tidak tau Pasti apakah RG menyelesaikan S1 Fil atau juga jurusan ilmu politik. Sebab lumayan lama kami tidak bertemu, Yang membuat saya kagum, ketika RG tiba-tiba jadi sangat terkenal karna ucapan n pernyataannya yang berani ganas, menantang dan intelek di ILC TV One.

Sebagai kawan diskusi, RG sangat menantang kita untuk selalu berpikir. Walau kadang terasa ucapannya nyelekit n menyinggung lawan bicaranya, tetapi harus diakui , bahwa RG itu punya begitu banyak literatur , wawasan Dan berbagai referensi bahan bacaan. Kalo kita punya bacaan Tapi tanggung-tanggung dan tidak mendalami karna sekedar membaca, lebih baik menghindar dari RG walaupun hanya sekedar berdiskusi serius (sharing wawasan) dengannya, Karna Berdasarkan pengalaman saya,, untuk bertukar pikiran dengan dia, diksi dan gaya bahasanya begitu kaya Dan beragam yang menurut saya sukar sekali dicari tandingannya.

Saya tidak tahu apa agama RG. Sebab Hampir tidak pernah dia tunjukkan kecenderungan agamanya semasa di kampus. Tetapi, RG adalah seorang pemuda bangsa yang gemar sekali didalam Membaca khususnya mempelajari dan mendalami ideologi kiri.

Baca Juga:  Catatan harian Ust. Felix Siauw: Asal Pancasilais

Menurut saya, harus diketahui juga bahwa jangan coba-coba RG apalagi sekedar untuk menguji RG dengan teori Marxis atau sosialis kalo sipenguji tidak siap apalagi jika penguji coba tersebut wawasan ilmunya tanggung tanggung di sana. Sebab saya melihat dan pernah merasakan , bahwa seorang RG bisa membuat anda terkurung n terkesima dengan pola fikir dan meandset yang sedikit berbeda dari umumnya, apalagi beliau Juga pernah sampaikan bahwa “HOAX TERBAIK IALAH HOAXNYA PARA PENGUASA” yang pada dasarnya dari kalimat tersebut Saja belum tentu terbesit di kepala kita.

Yang jelas Dia sangat fasih menjelaskan Nalar dan logika, bahkan kelebihan RG ,ia mampu membuat pemikiran dan cara pandang orang yang ada didalam ruang lingkup nya berubah , mulai cara berpikir dan cara pandang gerakan kiri.
Klu kita ikuti kategori Soe Hok Gie, RG tdk diragukan lagi adalah “orang yang berada di kiri/sisi jalan”.
Dia juga dekat dengan tokoh2 kiri. Bahkan Dia biasa berdiskusi dengan Marsilam Simanjuntak, Sjahrir, Hariman Serigar, Robert Lawang , Arif Budiman dan lain nya.
RG juga sangat aktif di Sekolah Ilmu Sosial yang didirikan Dr Sjahrir (alm), sebagai wadah kreasi n latih Pola pikir calon kader sosialis di Jakarta.
Pengalaman yang saya alami, beberapa kali saya sama-sama ambil mata kuliah yang sama dengan dia,
Menurut penilaiAn saya ,memang RG ini typcal seseorang yang sangat terbuka dan rendah hati , RG juga sangat teliti dan hati hati didalam Mengambil sikap dan tindakan sebelum melakukan ataupun mengucapkan, contohnya seperti Hal bergaul .
Wallaupun terkesan sedikit angkuh RG tipe seseorang yang (LUGAS, TEGAS & CERDAS) dan menurut saya sudah cukup Untuk menapaki jejaknya .
Khususnya didalam hal diskusi Dan bertukar fikiran (SHARING), sebab didalam mengambil dan mempertahankan pendapat RG sangat berani.
Pernah dalam sebuah kuliah, dia gigih mempertahankan pendapatnya sehingga dia berdebat dengan dosen kami yang bergelar doktor. Lama Kelamaan dosen itu jengkel atas sikap RG. Akhirnya dia nyeletuk: Please Rocky, yang doktor itu lu ape gw?

Baca Juga:  Pro-Kontra Pergantian Nama Bandara Lombok, Siapa M. Zainuddin Abdul Majid?? Simak Ulasannya

Akhirnya Kami tertawa semua, termasuk RG yang tentunya tertawa agak kecut.
Ketika RG muncul di ILC pertama kali, Senangnya saya semenjak saat itu Banyak Sekali masyarakat yang Menilai beliau sangat Positif bahkan ada juga yang menganggap RG hebat didalam menyampaikan Pesan MORAL dengan pola fikir Yang berbeda . Yang membuat saya kaget adalah ternyata semua Pendapat yang beliau sampaikan sangat berani dan tegas (bernas) dengan gaya aslinya RG bicara sangat menantang .
Saya sendiri sudah tidak kaget lagi , jadi saya sudah Terbiasa melihat gaya mudanya Karna cukup lama kenal dengan PROF. ROCKY GERUNG. apalagi ketika RG berbicara tentang fiksi n fiktif dalam acara ILC tgl 11 April lalu.

Itulah RG, Selalu memasuki dan melontarkan pemikiran pemikiran “yang berada di luar zona aman”.
Saya lihat sepertinya Dia sering kali terlena untuk membicarakan “danger zone”. Yang Di anggap semua orang bisa memahaminya dengan mudah, Maka RG Sangat lihai dan terbiasa Membuat lawan bicara nya berpikir seperti dia. Padahal LOGIKAnya daya tangkap setiap orang didalam menangkap arti sebuah pemikiran, pemahaman dan pengertian orang yang berbeda-beda, tapi RG Mampu menyelaraskan, walaupun sama-sama berpendidikan tinggi seperti yang ditunjukkan Akbar Faizal, Ario Bimo n Ria Dwi Latifah.

Baca Juga:  Kisah Nyata: Kehidupan Seorang Suami Setelah Ditinggal Mati Isteri

Saya pun sudah menduga, Bahwa ungkapan RG itu akan menuai masalah.
Ternyata Benar saja, besoknya Ada beberapa Cebonger Yang melaporkan RG ke Polda Metro Jaya.
tapi Saya juga tidak heran sebab yang melaporkan RG orangnya itu lagi dan otu itu saja.
Siapa orangnya ?

Yuk kita lihat, Ada Permadi arya ,Guntur Ramli n Muannas Aidit dan kaum “CEBOOOONG” lain nya. Ya Mereka mereka jugalah yang Sudah melaporkan pak Buni Yani Dan bang Jonru ginting sehingga keduanya sampai saat ini masih l berurusan dengan pihak ke polisian.

Saya Sebagai orang Islam, menilai Bahwa RG tidak melecehkan agama saya. Karena itu saya harapkan kawanku yang pintar tersebut tidak akan diseret ke pengadilan, Sebab saya lihat Orang seperti RG itu sangatlah langka. Jadi jangan kita Buat RG Berhenti di dalam memberikan ilmu pemikirannya dengan menghancurkan Dan mengurung pikirannya Dengan mencari cari kesalahan yang sebenarnya jika kita simak dan tela’ah makna kalimat tersebut mengandung unsur keterampilan yang bersifat menyinggung namun tertata, bahkan Menurut saya RG juga sudah Menanam andil didalam menyadarkan masyarakat dengan mencurahkan Keahlian nya itu ke dalam mencerahkan rekayasa yang naif Dan memperkosa akal.
FAHAM KAN??

Salam untukmu, sobatku Prof. Rocky Gerung***

Komentar