PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Dosen UIN Syarif Hidayatullah , Edy A Effendi mengaku diberhentikan dengan hormat oleh pihak kampus.

Kabar ini disampaikan Edy melalui akun media sosial miliknya @eae18, dan meluapkan kekesalannya kepada Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

“Diberhentikan dengan hormat, itu basa-basi. Allah menjauhkan saya mengais nafkah di bawah Departemen yang dipimpin manusia sampah seperti @lukmansaifuddin,” tulis Edy, Kamis (13/12/2018).

Diketahui Edy A Effendi ini cukup aktif dalam mengkritik pemerintah lewat akun media sosial twitter miliknya bahkan bukan pada era jokowi saja tetapi di era presiden sebelumnya atau di masa Sby juga Dosen ini kerap mengkritik jika dianggap kebijakan itu tidak berpihak pada rakyat.

Baca Juga:  Calon Gubernur NTB yang Satu Ini bakal Hapus Wisata Syari'ah NTB yang Sudah Mendunia

Kicauan Edy ditanggapi langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Waketum Partai Gerindra itu mengaku prihatin, dan menyarankan Edy untuk terus suarakan kebenaran.

“Mas ikut prihatin. Jangan takut tetap menyuarakan kebenaran. Kezaliman pasti tumbang. Tapi harus tetap berjuang mempertahankan hak skrg ini termasuk berbagai jalur yg memungkinkan utk tetap bisa mengajar n mendidik. Insya Allah kami memperhatikan kasus ini,” cuit @fadlizon.

Edy dilaporankan Forum Antihoax ke pihak UIN. Forum Antihoax meminta UIN memecat Edy karena diduga menyebarkan hoax dan fitnah terhadap Menag, Lukman Hakim Saifuddin.

Baca Juga:  A Thread Dari Seorang Arsitek Kota Dan Sejarah: Mengupas REVITALISASI MONAS

“Menag pernah difitnah di Twitter oleh Edy, tetapi Pak Lukman Hakim Saifuddin langsung membantah,” ungkap Ketua Forum Antihoax, Muhammad Adibrata dikutip dari suaranasional, (31/3/2018) silam.

Selama ini, kata Adibrata, Edy staf pengajar biasa dan bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Seperti Edy itu harus ditertibkan. Ia jadi dosen dan membantu humas UIN karena dianggap pengalaman sebagai wartawan,” ungkapnya.

Menurut Adibrata, Edy bukan sosok yang layak jadi panutan maupun dosen di lingkungan UIN Jakarta.
“Ketika akan dikeluarkan, Edy mengakui seolah-olah dizalimi, kalau diperlihatkan jejak digital memfitnah banyak. Edy biasanya ngeles dengan kata-kata diduga, rumor dan sebagainya,” papar Adibrata.

Baca Juga:  Dubes Palestina Hinnga Cucu Pendiri NU Hadiri Deklarasi KAMI

Kata Adibrata, harusnya Edy yang mengklaim lama di pers harusnya selalu memverifikasi sebuah berita.
“Justru Edy suka membuat rumor tidak jelas. Ini jelas merugikan institusi UIN Jakarta,” papar Adibrata.

Komentar