Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengklaim, dengan penerapan besaran tarif tol Trans Jawa saat ini, cukup sulit untuk mendapatkan keuntungan.

Jangankan berbicara keuntungan, untuk mengembalikan modal investasi pun dirasa akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal mengatakan, ‎pada tahun awal pengoperasian tol Trans Jawa, perseroan harus membayar beban bunga dari utang yang dipinjamnya.

“5 sampai 10 tahun kita masih top up pembayaran bunga. Tarif sekarang tidak buat kita untung, bertahan saja berat,” ujar Donny di Graha CIMB Niaga, Kawasan SCBD, Jakarta, Selatan, Rabu (19/2/2019).

Baca Juga:  Ini Pengakuan Tanda Pardamean Nasution Pelapor Ustadz Alfian Tanjung

Menurut Donny, membangun infrastruktur saat ini tidak murah seperti tahun 1970-an. Dia menjelaskan, pada era itu, untuk membangun infrastruktur bisa menggunakan dana dari perseroan sendiri, namun di era sekarang ini harus pinjam terlebih dahulu untuk membangun infrastruktur seperti jalan tol.

Maka dari itu, pemerintah mengadakan konsesi, agar perusahaan yang membangun bisa mengembalikan pinjamannya.

“‎Makanya konsesi 50 tahun karena tidak bisa memiliki kemampuan untuk membayar,” imbuh dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Nofrisel mengungkapkan, pengenaan tarif tol Trans Jawa membuat biaya operasional truk membengkak.

Baca Juga:  Dua Pasangan Kekasih Ini Tewas Terseret Ombak Di Pantai Semeti Ds. Selong Belanak

Bahkan, akibat menggunakan tol Trans Jawa, kenaikan biaya operasional naik sampai 100 persen.

Menurut Nofrisel, dengan masih mahalnya tarif tol Trans Jawa, secara otomatis berdampak ke biaya operasional truk.

Namun begitu, mendengar keluhan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berencana akan menurunkan tarif tol Trans Jawa.
Suara.com

Komentar