Jum. Sep 18th, 2020

PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Arif Buwono menyayangkan sikap seorang dosen Robertus Robert yang menyanyikan mars ABRI dengan nada yang diduga ujaran kebencian di aksi Kamisan di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Arif mempersilakan kepada pihak yang tidak menerima kelakuan Robertus untuk menempuh jalur hukum.

“Sebagai ketua FKPPI DKI, saya menyayangkan hal itu menjadi yang tidak baik. Yang seharusnya bisa diadakan dialog antara Bang Robert dengan pihak TNI terkait peristiwa HAM di masa lampau,” kata Arif saat dihubungi, Rabu, 6 Maret 2019.

Baca Juga:  Ini Kronologis Genk Motor Penyerang FP1 Kabur Dengar Pekikan "ALLAHU AKBAR"

Arif mengatakan, setelah video Robert yang diduga menghina mars ABRI di media sosial, internal putra putri TNI-Polri mengalami gejolak. Namun, Arif yang merupakan aktivis 98 ini tetap mengingatkan bahwa dugaan ujaran kebencian itu harus diintrospeksi oleh mereka.

Ya sudah kalau itu masuk unsur ujaran kebencian saya persilakan saja. Tapi positive thinking-nya pertama dia sedang melakukan kebebasan berpendapat yang dilindungi UU. Yang namanya angkatan bersenjata kan sekarang sudah jelas TNI dengan Polri. Itu dua hal yang jelas buah reformasi,” ujar dia.

Menurut Arif, perlu diuji niatan Robertus dalam mengubah mars ABRI itu. Apakah tujuannya untuk menuntut keadilan HAM masa lalu seperti kasus Semanggi atau konteks lainnya. “Harus dilihat konteksnya seperti apa,” terang dia.

Baca Juga:  Seorang TNI Pangkat Sersan Mayor Dipenjara Karena Postingan Istri Di Facebook

Sementara itu, pakar hukum pidana Chairul Huda juga menilai Robertus tidak sepantasnya untuk menyanyikan mars ABRI dengan mengubah liriknya di muka umum. Dia melihat pengubahan mars ABRI itu sebagai sebuah parodi yang sudah ada sejak Orde Baru.

“Cuma tidak bijak saja dinyanyikan di muka publik,” kata dia.

Menurut Chairul, Robertus bisa saja terjerat tindak pidana ujaran kebencian. Namun, harus ada bukti bahwa parodi itu diciptakan oleh Robertus. “Dan kemudian dia sebar luaskan via internet,” tandas dia.

Sebelumnya, beredar video Robertus Robert melakukan orasi dalam acara Kamisan di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Robertus menyanyikan mars ABRI, tetapi tidak sesuai liriknya.

Baca Juga:  Indahnya Generasi Yang Lahir Tahun 1960-80an (Usianya Sekarang 30an - 50an Tahun)

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Siap sedia
Mempertahankan
Menyelamatkan
Negara Republik Indonesia

Oleh Robertus mars ABRI ini telah diubah dengan nada kebencian oleh angkatan bersenjata itu
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Tidak berguna
Bubarkan saja
Diganti Menwa
Kalau perlu diganti pramuka

Komentar