Indonesia mampu Membuat Propelan, Prabowo: Kedepan Kita Akan Membuat ROKET

      Komentar Dinonaktifkan pada Indonesia mampu Membuat Propelan, Prabowo: Kedepan Kita Akan Membuat ROKET

KATEGORI

Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku menerapkan konsep pertahanan yang berdaulat dan mandiri. Bahkan, kata Prabowo, ke depan militer Indonesia akan mampu membuat peluru hingga roket di dalam negeri.

Dalam rapat perdananya bersama Komisi DPR RI kemarin, Menhan menyampaikan bahwa Indonesia sudah mampu membuat propelan yang merupakan bahan penting untuk pembuatan peluru dan roket.

“Ternyata kita mampu membuat propelan, bahan yang sangat penting untuk peluru dan untuk hampir semua roket, kita mampu membuat dalam negeri. Bahan baku semuanya ada di dalam negeri,” kata Prabowo dalam rapat perdananya bersama Komisi l DPR RI, Senin (11/11).

Prabowo optimistis Indonesia mampu membangun industri pertahanan yang kuat

Mantan Danjen Kopassus itu optimistis, Indonesia sebentar lagi akan memiliki industri pertahanan yang kuat.
“Jadi saya sangat optimis di tahun-tahun mendatang tidak lama kita akan punya industri pertahanan yang kuat. Sekarang pun banyak produk-produk kita sudah mulai dibeli oleh bangsa lain. Produk-produk PAL, produk PT DGI, sudah banyak dibeli oleh bangsa lain,” ujar Prabowo.

Fokus kemampuan militer Indonesia untuk bertahan

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan, fokus kemampuan militer Indonesia saat ini dibangun tidak bersifat menyerang melainkan bertahan.

“Saya ingin menggarisbawahi kata kunci ini berdaulat dan mandiri, karena berdaulat ini menyangkut menjaga kedaulatan dan disitulah ranah bidang tugas kami,” kata Prabowo.

Prabowo sebut kekuatan militer Indonesia lebih mengedepankan pertahanan

Prabowo lantas menyampaikan bahwa kemampuan militer Indonesia lebih mengedepankan pertahanan. Sebab, dia meyakini bangsa Indonesia tidak sedikit pun memiliki niat untuk mengganggu kedaulatan negara lain.
“Kemampuan militer Indonesia tentu tak bersifat ofensif tapi defensif, kita tak berniat mengganggu bangsa lain,” ujarnya.

“Tapi tentu tak boleh juga kepentingan kita diganggu negara lain,” imbuhnya.
Berkenaan dengan itu, Prabowo menilai, hal-hal yang berkaitan dengan pertahanan negara sudah semestinya tidak dikesampingkan. Sebab, kata Prabowo, pertahanan itu berkaitan dengan tujuan negara yakni melindungi segenap bangsanya.

“Oleh karena itu, pertahanan tak boleh dipandang sebagai tambahan, adendum, tapi ini tujuan negara yang utama. Kita boleh membangun tapi kalau kita tak menjaga kedaulatan kita, tentu akan hilang kedaulatan kita sebagai negara,” ujar dia.
Sebagian dari isi berita ini dikutip dari laman berita IDNTimes