PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

Pemda Lombok Baret Nungga Rp 2,5 Miliar, PLN Putus PJU Kawasan Wisata Senggigi Dan Sekitarnya

2 min read

Penerang Jalan Umum (PJU) di kawasan Wisata Senggigi dan sekitarnya saat ini gelap gulita, mulai dari perbatasan Lombok Barat dengan Mataram di jembatan Meninting. Pemutusan lampu PJU ini diakibatkan Pemda Lombok barat menunggak pembayaran PJU selama dua bulan dengan total Rp2.5 miliar.

Kondisi ini pun dikeluhkan warga, lantaran sepanjang jalur wisata itu gelap di malam hari. Warga mempertanyakan, kenapa kawasan ternama ini tidak maksimal penanganan lampu PJU. Padahal kawasan ini banyak dikunjungi wisatawan khususnya wisatawan asing.

H. Wildan, warga setempat mengaku miris dengan kondisi ini. Pasalnya sudah dua bulan lampu PJU di jalur wisata ini mati. “Sudah dua minggu lampu jalan (PJU red) mati di jalur wisata senggigi. PJU disegel (diputus) sama PLN karena informasinya menunggak mohon,” keluh dia.

Baca Juga:  Perayaan Salat Id 1441 H Desa Golong Narmada Lombok Barat Libatkan 27 Pecalang

Ia mengaku kondisi ini sangat disayangkan, sebab kata dia kasihan kawasan dengan penyumbang PAD. Ia mengaku dengan kondisi ini justru PAD ini akan terus “terjun payung”.

Anggota DPRD Lobar, HL Muhammad Ismail mengaku mendapatkan keluhan dari warga Senggigi terkait kondisi pemutusan PJU di kawasan setempat. “Saya dapat banyak Keluhan warga karena PJU di kawasan ini mati. Ini harus segera ditangani oleh Pemda,” tegas dia.

Ia sangat menyayangkan pemutusan PJU tersebut. Pasalnya, seharusnya hal ini tak terjadi. Terlebih kawasan ini menjadi andalan wisata Lobar dan NTB umumnya. Kawasan ini kata dia menjadi andalan Pemda mendapatkan pendapatan daerah. Bahkan hampir 50-60 Persen pad Lobar disuport dari Senggigi.

Akibat kondisi ini jelas dia, tentunya akan memperparah kondisi PAD yang saat ini tengah merosot tajam. Lebih jauh kata dia, pemutusan atau penyegelan PJU ini diakibatkan Pemda menunggak pembayaran PJU Rp2.5 selama dua bulan. Pihaknya sendiri mempertanyakan kenapa Pemda tidak memperhitungkan sebelumnya untuk mengantisipasi hal ini.

Baca Juga:  Ahmad SH: Pembangunan Ekonomi Melalui KEK Hanya Khayalan

Sementara itu dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang Pertamanan Lobar, H. Saefullah membenarkan adanya pemutusan PJU tersebut. “Memang PJU diputus dua pekan lalu. Karena pemda nunggak Rp2.5 bulan,” jelas dia.

Dijelaskan, Pemda menunggak Rp2.5 miliar sehingga PLN pun melakukan pemutusan PJU ini. Pemutusan PJU ini dilakukan sejak dua pekan lalu. Terkait berapa titik yang diputus, pihaknya belum melakukan pendataan. Yang jelas, titiknya mulai dari kawasan perbatasan Lobar dengan Mataram di meninting hingga kawasan wisata setempat.

Lantas apa langkah Pemda? Menurut dia, pihak Pemda tidak punya anggaran. Sehingga anggaran untuk pembayaran PJU ini akan dianggarkan tahun depan. Ia menambahkan, justru Pihak PLN juga akan rugi. Karena tentu tarif PJU akan berkurang karena pemutusan tersebut. Pihaknya menargetkan pembayaran PJU akan dilakukan awal tahun depan. Tahun depan, ia yakin tidak ada kejadian serupa terjadi. Karena pemasangan PJU melalui pola KPBU mulai dilaksanakan tahun depan. “KPBU pemasangan PJU akan dimulai tahun depan,” jelas dia. (Her/SuaraNTB)

Komentar