PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

Cloud Hosting Indonesia

Beredar kabar bahwa peneliti dan konsultan politik Denny Januar Ali atau Denny JA meminta jabatan di BUMN sebagai Komisaris Inalum. Kabar itu awalnya diketahui dari sebuah pesan di WhatsApp group.

Pesan itu diduga merupakan pesan Denny yang akan dikirimkan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Namun, chat pribadi itu malah salah kirim dan diteruskan ke WhatsApp Group Tokoh Nasional dan kemudian menyebar.

Beberapa Media seperti Tempo mencoba mengklarifikasi kabar tersebut kepada Denny JA, namun belum mendapatkan respons. Salah satu peneliti senior di LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan bahwa bosnya akan segera mengklarifikasi hal tersebut. “Infonya mau ada klarifikasi,” ujar Adjie saat dihubungi Tempo pada Rabu, 15 Januari 2020.

Baca Juga:  Daftar 16 Kota Paling Jujur di Dunia Menurut Reader’s Digest Yang Dikutip Dari Daily Mail

Berikut isi pesan Denny yang beredar di WhatsApp Group;

Bung @Denny JA apa info yang saya dapat dari grup WA yg saya ikutin benar WA pribadi anda kepada Pak LBP yg salah kirim ke WAG Tokoh Nasional?

Komandan, Pak Luhut yang baik
Semoga tahun baru membawa berkah baru.

FOLLOW UP yang sudah kita diskusikan tempo hari. Masih adakah kemungkinan dan kabar soal kemungkinan saya menjadi komisaris di Inalum?

Sudah ada jawaban dari Erick Tohir?

Saya cepat belajar dan get things done.

Baca Juga:  Terkuak Fakta Pembuangan Jenazah Yang Viral Di Media Sosial

Banyak yang bisa saya kerjakan di sana, untuk mengeksplor soal tambang kita, menarik investasi, termasuk mensumulasi kepala daerah wilayah tambang, yg banyak juga sudah saya menangkan selama di LSI.

Komandan dapat meyakinkan Erick Tohir atau Jokowi, saya bisa membantu komandan soal investasi soal tambang, di posisi komisaris. Terbukti pula saya sudah berhasil membantu komandan ikut memenangkan Jokowi dua kali: 2014; 2019.

Sangat ditunggu arahan pak Luhut berikutnya.

Denny merespons kabar tersebut melalui keterangan tertulis pada Rabu, 15 Januari 2020. Dia mengatakan hal tersebut sebagai gosip. Jikapun benar dia meminta jabatan di BUMN, kata Denny, pun tidak ada salahnya. Toh, dia ikut memenangkan Presiden Jokowi dua kali berturut-turut.

Baca Juga:  Tulisan Korban Gempa Lombok Ini Viral Dimedia Sosial

“Apa yang salah dengan seseorang yang ingin berperan ikut memajukan negaranya dengan mengajukan diri menjadi komisaris BUMN? Bukankah itu memang jabatan terbuka yang bisa diisi siapa saja yg kompeten?” ujar Denny.

Komentar

| Member Of LOMBOK GROUP | info@lombokgroup.com.