PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

Mahfud MD: HARAM Tiru Sistem Pemerintahan Nabi Muhammad

2 min read

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan bahwa meniru sistem pemerintahan Nabi Muhammad SAW haram hukumnya. Ia menegaskan hal itu pada Diskusi Panel Harapan Baru Dunia Islam: Meneguhkan Hubungan Indonesia-Malaysia bertema  di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (25/1).

Menurut Mahfud, pemerintahan Nabi Muhammad menggunakan sistem legislatif, eksekutif dan yudikatif. Semua peran itu berada dalam diri Nabi Muhammad SAW sendiri. Nabi  berhak dan boleh memerankan ketiga-tiganya karena dia dibimbing langsung oleh Allah SWT. 

Menteri Pertahanan pada era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mempertanyakan adakah umat Islam yang bisa memerankan ketiga-tiganya seperti Nabi Muhammad. Menurut dia, umat Islam tidak mungkin lagi ada yang menyamainya. Oleh karena itulah, menurut dia, dilarang mendirikan negara seperti yagn didirikan Nabi Muhammad.

Baca Juga:  Orang Gila Jaman Now | Catatan Harian Ust. Felix Siauw

Guru Besar Tata Negara Universitas Islam Indonesia ini menawarkan konsep negara islami, bukan negara Islam. Di dalam negara islami, yang ditekankan adalah nilai-nilai Islam dipraktikkan oleh pemerintah dan masyarakatnya. Sementara bentuknya bermacam-macam seperti Malaysia berbentuk kerajaan dan Indonesia republik.

“Kita tak perlu negara Islam, tapi negara islami,” katanya. Negara di dalam negara islami penduduknya taat hukum, sportif, tepat waktu, antikorupsi, dan sifat-sifat lainnya yang diajarkan ajaran Islam. 

“New Zealand islami itu, Jepang islami,” katanya lagi. “Keduanya, Malaysia dan Indonesia ingin membangun masyarakat islami, tapi bukan teokrasi islam,” jelasnya. 

Baca Juga:  Sri Mulyani Akan Pungut Cukai Minuman Energi dan Kopi Kemasan

Menurutnya, yang dilakukan negara-negara Islam dengan bentuk negara berbeda-beda, tidak melanggar ajaran Islam sebab di dalam Al-Qur’an tak menetapkan sama sekali bentuk negara yang harus dijalankan. Apa yang dilakukan di Indonesia dan Malaysia sama-sama benarnya. 

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu memperkuat pernyataan Mahfud MD. Ia menyebut penduduk negara Jepang itu menerapkan nilai-nilai ajaran Islam seperti disiplin, tetap waktu, amanah, serta sifat-sifat positif lainnya.

Sehingga, kata dia, jika penduduk negara Jepang mengucapkan dua kalimat syahadat, mereka adalah penduduk Muslim terbaik di dunia.

Baca Juga:  Pertama Kali Mengunjungi LOMBOK, Gubernur DKI Anis Baswedan Lansung Menyerahkan Bantuan

Oleh: Abdullah Alawi
Sumber: https://www.nu.or.id

Komentar