"Budayakan Lombok Membaca", Ingin tulisanmu dipublikasikan disini? kirim ke Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

SPACE IKLAN DISEWAKAN

info@lombokgroup.com

"Mau Pasang IKLAN Disini?? Hubungi Bagian Marketing Kami Melalui: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

Presiden Joko Widodo menjanjikan akan menjadikan pesawat terbang ciptaan BJ Habibie sebagai proyek nasional. Habibie tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengembangkan proyek Regional 80 (R80) tersebut.

“Nanti kami masukkan dalam program nasional,” kata Jokowi di Graha Widya Bakti Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/4/2015) seperti dikutip dari medcom.com.

Habibie mengatakan, R80 siap mengantar 80 hingga 90 penumpang dengan jangkauan antarpulau atau provinsi di Indonesia. Selain hemat bahan bakar, R80 dapat dikendalikan secara elektronik.

“Ini paling canggih, pertama bisa dikendalikan elektronik. Benar-benar pesawat besar dan lebih murah,” ungkap dia.

Baca Juga:  Gara-gara Membuat WhatsApp Group Ganti Presiden, Hj. Titi Widoretno Warisman Diminta Diperiksa Kepolisian

Jika pemerintah mendukung proyek ini, lanjut dia, maka R80 sudah dapat dioperasikan pada 2020. Tentu kejayaan pesawat N250 di zaman Presiden Soeharto akan kembali di era Jokowi.

“Pengembangan pesawat ini kami rencanakan 50 persen dapat investasi co-founder dari swasta. Dan 50 persen bisa co-founder dari pemerintah. Dengan begitu akan selesai pada 2019,” ungkap pria berbaju batik ini.

Keunggulan karya Habibie disaksikan langsung oleh Jokowi. Bersama Habibie ia berjalan menuju halaman belakang kawasan Puspiptek, tepatnya di landasan kecil penerbangan pesawat tanpa awak (drone).

Baca Juga:  Pose 2 Jari Usai Acara Jokowi Di Lombok, 3 Karayawan Hotel Lombok Raya Dibawa Ke Kantor POLISI

Di tempat tersebut telah bersiap seorang teknisi menerbangkan drone setinggi lutut orang dewasa.

Selama lima menit, pesawat kecil itu mengudara dibarengi tepuk tangan para undangan saat itu.

Komentar