PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Kirim Informasi atau Video Penting sekitar kamu Melalui WhatsApp Kami +62819-0770-8118 atau Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

Organisasi Konglomerat Baru Lahir Kemarin Dan Terpilih, Muhammadiyah Mundur Dari Penggerak KEMENDIKBUD

2 min read

Muhammadiyah menyatakan diri keluar dari Program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan (Kemendikbud). Penyebabnya terkait kriteria pemilihan yang tidak membedakan antara lembaga CSR dan ormas.

Kedua organisasi milik konglomerat yaitu Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation terdaftar sebagai organisasi penggerak dari Kemendikbud untuk kategori gajah sehingga berhak mendapat bantuan Rp 20 miliar per tahun dari pemerintah.

“Setelah kami mengikuti proses seleksi dalam Program Organisasi Penggerak Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud RI dan mempertimbangkan beberapa hal, maka dengan ini kami menyatakan mundur dari keikutsertaan program tersebut, dengan pertimbangan,” ucap Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah Kasiyarno dalam keterangannya, Selasa (22/7/2020).

Baca Juga:  Program Coding Sebentar Lagi Masuk Dikurikulum Sekolah Indonesia

Menurut Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs H Kasiyarno MHum, kriteria pemilihan organisasi masyarakat yang ditetapkan lolos evaluasi proposal pada program itu sangat tidak jelas.

“Kriteria pemilihan organisasi masyarakat yang ditetapkan lolos evaluasi proposal sangat tidak jelas, karena tidak membedakan antara lembaga CSR yang sepatutnya membantu dana pendidikan dengan organisasi masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar Kasiyarno.

Kasiyarno memaparkan kiprah Muhammadiyah selama ini. Dia menyoroti sejumlah organisasi yang baru muncul beberapa tahun terakhir tapi terpilih dalam program Organisasi Penggerak ini.

Baca Juga:  Muallaf Pulau Timor Butuh Al-Qur'an dan Pembinaan

“Kami mengusulkan agar Kemendikbud meninjau kembali terhadap surat tersebut, untuk menghindari masalah yang tidak diharapkan di kemudian hari,” kata Kasiyarno, Rabu 22 Juli 2020.

Program Organisasi Penggerak merupakan salah satu program unggulan Kemendikbud yang bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para guru penggerak untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan peserta didik.

“Muhammadiyah memiliki 30 ribu satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia. Persyarikatan Muhammadiyah sudah banyak membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan sejak sebelum Indonesia merdeka, sehingga tidak sepatutnya diperbandingkan dengan organisasi masyarakat yang sebagian besar baru muncul beberapa tahun terakhir dan terpilih dalam Program Organisasi Penggerak Kemendikbud RI sesuai surat Dirjen GTK tanggal 17 Juli Tahun 2020 Nomer 2314/B.B2/GT/2020,” ucapnya.

Baca Juga:  Pilkada Saat Pandemi, Pengurus Muhammadiyah Siap Gugat Jokowi

Muhammadiyah menilai ada masalah penilaian lembaga-lembaga yang lolos dalam evaluasi proposal. Salah satunya menyamakan organisasi kemasyarakatan dengan CSR.

Untu diketahui Kemendikbud mengalokasikan anggaran Rp567 miliar per tahun untuk membiayai pelatihan atau kegiatan yang diselenggarakan organisasi terpilih.

Organisasi yang terpilih dibagi kategori III yakni Gajah, Macan, dan Kijang. Untuk Gajah dialokasikan anggaran sebesar maksimal Rp 20 miliar/tahun, Macan Rp 5 miliar per tahun, dan Kijang Rp 1 miliar per tahun.