PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

"Budayakan Lombok Membaca", Kirim Informasi atau Video Penting sekitar kamu Melalui WhatsApp Kami +62819-0770-8118 atau Email kami: info@lombokgroup.com || news.lombokgroup.com Member Of LOMBOK GROUP || www.lombokgroup.com

Sosok Al-Mahsyar, Pendiri Kelompok Musik PELITA HARAPAN Dan Sekolah Tunanetra Al-Mahsyar

2 min read

Bagi warga Sasak-Lombok, mendengar nama Al-Mahsyar atau PELITA HARAPAN merupakan sesuatu yang sudah tidak asing lagi dari pendengaran.

Kelompok Musik PELITA HARAPAN adalah salah satu karya musik lokal yang didirikan lansung oleh Almarhum Abdullah Mahsyar. dan dibawah tangan dinginnya, lagu-lagu sasak bergenre Dangdut, Cilokaq, Cironcong (cilokak keroncong) dan Cibane (cilokal rebana) banyak tercipta.

Dikutip dari suara NTB, Tak hanya soal musik, Semasa hidupnya Al Mahsyar selalu menyampaikan semangat untuk membangun kesetaraan bagi penyandang tuna netra. Hal tersebut disebabkan pada usia tiga tahun, Al Mahsyar kecil tertular cacar dari ibunya hingga menyebabkan dirinya menjadi penyandang tuna netra dan ibunya meninggal dunia.

Baca Juga:  TGB Tak Mampu Menahan Air Mata Saat Mengunjungi Korban Bencana Gempa Di KLU

Semangat tersebut dibuktikan dengan usahanya mendirikan SLB pertama bagi penyandang tuna netra kemudian merekrut siswa-siswanya untuk bergabung dalam Orkes Musik Pelita Harapan. Di mana Al Mahsyar memang dikenal juga sebagai salah satu musisi yang telah lama berkecimpung di dunia musik sasak.

“Bapak selalu menekankan ingin menyetarakan anak-anak tuna netra dengan orang lain. Waktu masih zaman bapak main orkes juga selalu disounding siapapun anak, saudara, atau keluarga dari penonton yang menjadi penyandang tuna netra silahkan dibawa ke sini (YPTN Al-Mahsyar, Red), kita siap menanggung pendidikannya gratis,” ujar Putra yang merupakan anak dari Almarhum.

Bersama Orkes Pelita Harapan, dirinya mendapatkan penghargaan spesial seumur hidup dalam Anugrah Musik Lombok yang diberikan langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc pada 2017 lalu.

Baca Juga:  Geratis Makan MIE AYAM Selamanya Cuman ada Disini

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menerangkan bahwa sosok Al Mahsyar memang telah menjadi sosok dan salah satu maestro musik yang dimiliki NTB.

“Beliau memainkan alat musik dari umur lima tahun. Beliau memberikan kontribusi yang sangat besar di bidang seni musik,” ujarnya kepada Suara NTB, Minggu, 20 September 2020.

Menurutnya, ada banyak semangat yang bisa diambil dari sosok Al Mahsyar. Antara lain semangat untuk tetap berkarya di tengah keterbatasan yang ada. “Beliau memulai berkarya dengan segala keterbatasan, baik fisik maupun peralatan yang digunakan. Tapi itu tidak menyurutkan semangat beliau untuk terus maju. Ini yang patut dicontoh dan diapresiasi,” ujar salah satu musisi kawakan NTB tersebut.

Baca Juga:  Pengakuan Salah Satu Pelaku Pendaki Dugem Di Bukit Savana Gunung Rinjani-Lombok

Bagi Denny, sosok Al Mahsyar menjadi contoh bagi dirinya dan musisi lainnya yang ada di NTB. Khususnya untuk meniru kerja keras, dedikasi, dan visi yang diperjuangkan oleh Al Mahsyar semasa hidupnya.

“Untuk saya pribadi dan mungkin teman-teman musisi yang lain agar mengikuti kerja keras beliau. Belajar dari nol, dan terus mengembangkan kemampuan untuk memulai karir di bidang seni,” tandas Denny.

Sumber ref: Suarantb.com