PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

Papua Barat Deklarasi Kemerdekaan, Tagar #JokowiTurun Menggema

2 min read

Photo: LGN/Tim Grafis

Jagad Twitter sedang heboh dengan twit para warganet yang mencatut nama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam tagar #JokowiTurun pada Kamis, 3 Desember 2020 pagi WIB.

Tagar #JokowiTurun ini dibagikan para warganet dengan komentar pro dan kontra mereka.

Selain itu, banyak juga warganet yang nyeleneh dengan mengunggah video maupun foto saat Presiden Jokowi sedang menuruni anak tangga sebuah pesawat ataupun helikopter.

Apakah tagar #JokowiTurun merupakan sinyal kekecewaan masyarakat atas Pemerintahan Presiden Jokowi selama ini? Apalagi setelah beberapa saat masyarakat disajikan dengan beragam polemik?

Berikut komentar para warganet yang mencuitkan tagar #JokowiTurun

@Raj4Purwa yang menuliskan “Klo gak pengen disuspend jangan kenceng-kenceng ngecuitnya, slow aja!
#JokowiTurun setuju ga bray?”

Adapula yang menghubungkan tagar ini dengan kabar insiden di Papua mengenai deklarasi kemerdekaan Papua.

Baca Juga:  MUI Minta Jokowi Pecat Kepala BPIP Soal AGAMA Musuh Pancasila

“Lohh ktnya menang telak di Papua, tapi kok Papua malah ingin merdeka dari Indonesia? Jgn2.. Asudahlahh #JokowiTurun #JokowiTurun,” tulis @TasyaShafira19 dengan mengunggah tangkapan layar sebuah portal berita online yang mengabarkan kemenangan Jokowi di Papua saat pemilu Presiden lalu.

Kicauan akun @TasyaShafira19

Meski banyak juga komentar dan kritik pedas yang diunggah warganet melalui tagar #JokowiTurun pada pagi hari ini. Sebelumnya, adapula tagar#JokowiMundurSajalah yang juga menjadi tren di laman Twitter.

Baca Juga:  Merah Johansyah: 1 Ruas Jalan Nama Jokowi di UEA Ditukar dengan 256 Ha di Kaltim

Sebagai informasi, Tagar yang paling ramai dibahas dalam satu waktu di Twitter itu kemudian dikenal dengan istilah topik yang sedang populer (trending topic). Pakar keamanan siber Ismail Fahmi menjelaskan bagaimana sebuah tagar dapat masuk dalam daftar tren terpopuler (trending topic) di linimasa Twitter.

Ismail menyatakan indikator yang membuat sebuah tagar menjadi trending bukanlah jumlah keseluruhan tweet yang mengandung tagar tersebut, melainkan kenaikan jumlah tweet dalam jangka waktu tertentu.

Trending topic itu algoritmanya berdasarkan kecepatan seberapa banyak tagar itu disebut dalam tweet, dalam periode yang singkat,” katanya seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (6/5).

Baca Juga:  Kronologis Perkelahian 2 Anggota POLRI vs 1 Anggota TNI Di Nias

Ia memberi contoh, misalkan sebuah tagar masuk ke daftar trending topic karena dalam waktu satu jam tagar itu disebut (termasuk retweet) dalam 3 ribu tweet.

Namun, pada jam berikutnya, tagar itu juga disebut sebanyak 3 ribu kali dalam tweet. Walaupun jumlahnya tinggi, tetapi hal ini dilihat sebagai sesuatu yang konstan oleh Twitter.

Di sisi lain, jika muncul sebuah tagar baru yang dalam satu jam disebut dalam seribu tweet, maka tagar itulah yang akan menjadi trending.

“Jadi bukan soal jumlah total, tapi kalau kenaikannya signifikan dalam waktu yang singkat, itu jadi trending,” ujar Ismail.