PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

Ini Yang Terjadi Jika Benar Perempuan Yang Datangi Markas FPI Itu ‘INTELIJEN’ Jerman

1 min read
Foto kedatangan seorang Jerman ke Kantor DPP FPI pada Kamis (17/12).
Foto kedatangan seorang Jerman ke Kantor DPP FPI pada Kamis (17/12). (Foto: Azis Yanuar/Dok. FPI)

Photo: Azis Yanuar/Dok. FPI

LOMBOK GROUP NEWS | Kabar bahwa pegawai Kedutaan Besar Jerman yang berkunjung ke markas FPI beberapa waktu lalu adalah seorang intelijen, merupakan insiden besar bagi hubungan kedua negara.

Kabar ini kali pertama didengungkan oleh Anggota Komisi I DPR, Muhammad Farhan. Berdasarkan penelusurannya, Susanne Hall bukan seorang diplomat, melainkan pegawai Badan Intelijen Jeman, ‘Bundesnachrichtendienst’ (BND).

Pakar hukum internasional, Hikmahanto Juwana menilai, jika info ini benar, maka akan menjadi insiden yang besar bagi kedua negara.

“Bila info ini benar ini tentunya merupakan insiden besar dalam hubungan antara Jerman dan Indonesia,” tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/12)

Baca Juga:  Parlemen ASEAN Untuk Hak Asasi Manusia (HAM) Angkat Bicara Soal Omnibus Law

Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani ini mengatakan kegiatan intelijen yang dilakukan oleh suatu negara seharusnya tidak terungkap oleh pemerintah setempat.

“Bila terungkap, maka negara setempat akan melakukan tindakan yang tegas terhadap negara yang melakukan mata-mata,” katanya.

Menurutnya, agen intelijen Jerman yang terekam di kamera sosial media tidak cukup hanya dipulangkan oleh Kedubes Jerman, bahkan Kemlu tidak cukup dengan memanggil Dubes ad interim Jerman.

“Kemlu tidak seharusnya menerima alasan dubes ad interim secara naif. Kemlu harus melakukan protes keras bila perlu Dubes Jerman diusir (persona non grata) dari Indonesia,” tegasnya lagi.

Baca Juga:  TNI Berhasil Selamatkan Warga Amerika Yang Diculik Di Kongo

“Kemlu di bawah pemerintahan Jokowi jangan sampai dipersepsi oleh publik tidak setegas ketika Kemlu berada di bawah pemerintahan SBY,” tandasnya. (Src/Glra)